Tokopedia dan Gojek Merger; Memperkuat Posisi untuk Menjadi Adidaya?

Tokopedia dan Gojek dikabarkan akan merger. Aplikasi transportasi di bawah naungan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa ini akan melakukan penggabungan usaha dengan Tokopedia. Setelah sebelumnya dikabarkan akan melakukan merger dengan Grab, tetapi hanya sebatas kabar dan tidak ada kelanjutan dari merger Gojek dan Grab tersebut. Kedua perusahaan tersebut telah melakukan perjanjian jual beli bersyarat. Penggabungan kedua perusahaan ini telah diprediksi oleh para kalangan analis sebagai strategi untuk memperkuat posisi dalam pangsa pasar Indonesia. Selain itu, perusahaan hasil konsolidasi tersebut juga dikabarkan akan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia. Seperti apa perkembangan kabar penggabungan Tokopedia dan Gojek?

Media Monitoring Netray mencoba melakukan pemantauan pada media pemberitaan dan media sosial terkait kabar tersebut. Bagaimana media berita mengemas isu tersebut? Dan seperti apa keramaian warganet menyambut kabar atas mergernya Tokopedia dan Gojek? Berikut ulasannya. 

Kabar yang semula hanyalah rumor ternyata mengalami perkembangan. Penggabungan kedua perusahaan tersebut ternyata memasuki kelanjutan. Dalam artikelnya, media Telset mengkonfirmasi bahwa merger Tokopedia dan Gojek memiliki valuasi hingga 35-40 miliar USD. Komposisi saham keduanya, yakni 60% saham dipegang oleh investor Gojek dan 40% saham dipegang oleh investor Tokopedia. Seperti apa pantauannya?

News Media Monitoring pada Isu Merger Tokopedia dan Gojek

Pemantauan dilakukan selama periode 1-12 Maret 2021. Hasilnya kabar bergabungnya Tokopedia dan Gojek diberitakan dalam 45 artikel oleh 26 portal berita dengan dominasi kategori Finance & Insurance. Pada grafik di atas puncak pemberitaan terjadi pada 3 Maret dengan dominasi pemberitaan bersentimen positif.

Puncak grafik pada tanggal tersebut berisi pemberitaan tentang asumsi dari beberapa pihak terkait wacana merger Tokopedia dan Gojek. Media Bisnis Indonesia menyajikan tanggapan dari Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) yang mengomentari merger kedua perusahaan tersebut menunjukkan pentingnya talenta digital. Kemudian dari kalangan Akademisi memberikan tanggapan bahwa bergabungnya Tokopedia dan Gojek merupakan langkah ideal yang harus diambil. 

Tokopedia dan Gojek Merger, Apakah Mengubah Persaingan?

Menurut survei iPrice, Tokopedia tidak lagi menguasai pasar. Posisi penguasa dan pemimpin pasar kini ditempati oleh Shopee terhitung pada 2019. Sementara itu, perbandingan antara Gojek dan Grab dalam laporan CLSA menemukan bahwa 35% pengguna menggunakan GoFood, sedangkan 20% pengguna lainnya menggunakan Grab Food. Sisanya sebanyak 43% pengguna memilih memakai aplikasi keduanya. Oleh karena itu, merger antara Gojek dan Tokopedia dianggap solusi yang tepat untuk memperkuat posisi Tokopedia dalam melawan Shopee serta mengubah peta persaingan antara Gojek dan Grab. 

Kata Warganet tentang Mergernya Tokopedia dan Gojek

Selain melakukan pemantauan pada media pemberitaan, Netray juga memonitor media sosial Twitter. Bagaimana keramaian warganet memperbincangkan rumor tersebut?

Selama dua belas hari pemantauan, topik tentang isu merger Tokopedia dan Gojek cukup ramai menjadi perbincangan. Tanggapan warganet untuk isu tersebut mencapai impresi 1M dengan 1,016 cuitan. Grafik pergerakan sentimen terlihat memuncak pada 4 Maret 2021. 

Cuitan di tanggal puncak 4 Maret 2021 didominasi oleh cuitan dari portal berita seperti @Bisniscom. Lalu terdapat pula akun @doktermarket yang menginfokan Tokopedia dan Gojek merger akan berpeluang besar menjadi salah satu perusahaan kapitalis terbesar.

Sambutan Baik dan Sentimen Negatif Warganet untuk Tokopedia dan Gojek 

Kabar Tokopedia yang akan melakukan merger dengan Gojek mendapat sambutan positif dari warganet. 

Beberapa contoh cuitan warganet di atas memperlihatkan dukungan terhadap kedua perusahaan unicorn Tokopedia dan Gojek yang akan merger. Kata warganet, kolaborasi kedua perusahaan tersebut akan menghasilkan inovasi luar biasa.

Berbeda pendapat dengan warganet yang mendukung merger tersebut, sentimen negatif disumbang oleh warganet yang mempertanyakan seputar pelebaran kedua perusahaan setelah merger. Bergabungnya Tokopedia dan Gojek dianggap menciptakan sistem kapital baru atau justru tidak mengalami perkembangan. 

Tokopedia X Gojek, Masuk IPO? 

Apa itu IPO? Initial Public Offering atau dapat disebut juga Penawaran Saham Perdana merupakan kondisi suatu perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada publik masyarakat umum. Melalui IPO, masyarakat umum atau investor dapat menawar, membeli, ataupun menjual saham perusahaan. Sehingga dengan adanya IPO, saham perusahaan bukan menjadi milik perorangan melainkan sudah menjadi milik publik.

Menurut kabar yang beredar Tokopedia dan Gojek akan melepas nilai sahamnya pada IPO. Warganet menyambut baik apabila kabar tersebut benar adanya. Bahkan tidak sedikit warganet yang tertarik untuk memiliki saham dari penggabungan kedua perusahaan tersebut. IPO bertujuan untuk mendapatkan dana tambahan guna melancarkan operasional dan mempercepat ekspansi perusahaan. Selain memperbincangkan IPO, warganet juga membahas kemungkinan merger Tokopedia dan Gojek yakni untuk melawan SEA Group yang saat ini berkuasa.

Tokopedia X Gojek, untuk Melawan SEA Group? 

Sea Limited atau SEA Group merupakan perusahaan publik dari Singapura yang didirikan oleh Forrest Li pada tahun 2009. Perusahaan ini merupakan induk dari aplikasi Shopee, sebuah platform e-commerce yang beroperasi di Indonesia hingga Asia Tenggara. 

Perbincangan dimulai dari utas akun @ridehaluing yang menganalisis kemungkinan bergabungnya Tokopedia dan Gojek. Beberapa kemungkinan hasil analisisnya mengarah pada peta persaingan yakni untuk menempati urutan penguasa di pangsa pasar Indonesia. Merger Tokopedia dan Gojek bertujuan untuk melawan Shopee yang saat ini menempati urutan pertama platform e-commerce di Indonesia. Utas tersebut mendapat interaksi dari warganet lainnya. Warganet lainnya menanggapi bahwa melawan Shopee memang tidak mudah, sebab Shopee telah berekspansi sampai Asia Tenggara. Sedangkan Gojek dan Tokopedia belum melebarkan ekspansi seluas Shopee. 

Penutup

Bergabungnya Tokopedia dan Gojek mendapat sambutan baik oleh media dan masyarakat. Antusias masyarakat memperbincangkan isu tersebut terlihat dari aneka ragam cuitan dengan sentimen negatif dan positif. Warganet menilai mergernya Tokopedia dan Gojek bertujuan untuk memperkuat posisi dalam melawan platform e-commerce yang tengah berkuasa di Indonesia. Kemudian, hasil dari penggabungan kedua perusahaan unicorn tersebut akan menghasilkan inovasi baru melalui IPO saham unicorn. Demikian analisis Media Monitoring Netray, semoga dapat menambah informasi. 

1 thought on “Tokopedia dan Gojek Merger; Memperkuat Posisi untuk Menjadi Adidaya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: