Selayang Pandang Aplikasi PeduliLindungi hingga Isu Hoax yang Melingkupinya

PeduliLindungi merupakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi ketika kita berada pada zona merah Covid-19. Sempat diperbincangkan di awal masa pandemi, kini aplikasi buatan Kominfo ini kembali menjadi sorotan setelah adanya pemberitaan terkait vaksin gratis yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi PeduliLindungi masyarakat dapat mengecek daftar calon penerima vaksin Covid-19 gratis tersebut.

Pemberian vaksin Covid-19 pada tahap pertama ini diutamakan kepada tenaga kesehatan baru kemudian berlanjut pada masyarakat luas secara gratis.

Untuk mengetahui apakah informasi terkait pengecekan vaksin melalui aplikasi Pedulilindungi diterima baik oleh masyarakat, Netray melakukan pemantauan media pemberitaan dan media sosial. Apa saja yang mendapat perhatian sehingga aplikasi ini kembali menjadi sorotan? Lalu seperti apa tanggapan masyarakat yang diwakili oleh warganet dalam membahas aplikasi ini? Simak selengkapnya. 

PeduliLindungi dari Pantauan Media Berita Monitoring 

Netray melakukan pantauan di media daring selama periode 30 Desember 2020-5 Januari 2020. Hasilnya, terdapat 131 artikel dari 56 portal media yang membahas platform PeduliLindungi yang berfokus pada ranah Kesehatan dan Gaya Hidup dan Teknologi.

Melalui grafik di atas dapat diketahui bahwa topik seputar aplikasi ini mulai ramai disinggung sejak 1 Januari 2020. Hal ini sehubungan dengan informasi pemerintah soal penerima vaksin gratis, termasuk tata cara pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi.

Seperti diketahui, cara mengecek daftar penerima vaksin Covid-19, ialah dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada laman PeduliLindungi yang kemudian akan muncul keterangan diri sebagai penerima vaksin tahap ini atau belum. Selain mengecek secara mandiri, media juga memberitakan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengirimkan SMS secara serentak kepada penerima vaksin yang terdaftar pada tahap pertama. 

PeduliLindungi di Mata Warganet dan Isu Hoaks yang Melingkupinya

Media pemberitaan cukup intens memberitakan tata cara pengecekan vaksin melalui PeduliLindungi. Namun, apakah informasi tersebut sudah diterima dengan baik oleh masyarakat? Untuk mengetahui hal tersebut, Netray juga melakukan pantauan di media sosial Twitter. Berikut hasilnya.

Topik seputar aplikasi PeduliLindungi diperbincangkan dalam 205 cuitan dengan impresi sebanyak 1,335 dan potential reach mencapai 24,6 juta. Perbincangan warganet terlihat mencapai puncaknya pada 4 Januari 2020 dengan dominasi sentimen negatif. Hal ini karena pada tanggal tersebut banyak warganet meretweet cuitan dari beberapa akun resmi media pemberitaan yang menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi ini aman, tidak rawan pencurian data seperti isu yang beredar.

Melalui Top Words di atas dapat diketahui bahwa perbincangan warganet terkait topik ini ialah seputar pengecekan penerima vaksin melalui platform PeduliLindungi. Oleh karena itulah, kata aplikasi, pedulilindungi, vaksin, dan penerima memiliki ukuran yang lebih menonjol daripada kata lainnya.

Mayoritas cuitan berisi tentang pemberitaan terkait pengecekan daftar penerima vaksin dari akun resmi portal media dan masyarakat Twitter pada umumnya. Akun @venycellsa juga turut membagikan informasi tata cara pendaftaran tenaga kesehatan sebagai penerima vaksin. Dari pantauan Netray, isu terkait ketidakamanan data pribadi sempat menghiasi perbincangan warganet soal aplikasi PeduliLindungi.

Menurut akun @mutiara_sy parahnya penyebaran hoaks di Indonesia membuat masyarakat sulit untuk mempercayai berita atau fakta baru sehingga kebenaran suatu berita menjadi kabur dan terus dipertanyakan. Menjadi wajar apabila akun @Ciel_duke masih ragu untuk memasukan NIK pada aplikasi PeduliLindungi seperti berikut.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah yang diwakili oleh Kemkominfo memberikan klarifikasi. Seperti halnya yang dicuitkan oleh akun resmi portal berita @kompascom dan @detiknet berikut. Kementerian Kominfo menegaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi aman dari pencurian data pribadi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

Seperti yang dijelaskan oleh @InfoPublikIP bahwa aplikasi PeduliLindungi telah ditetapkan dalam keputusan Menteri Kominfo sebagai aplikasi yang mendukung surveilans kesehatan. Jadi, aplikasi ini dijamin aman karena berada di bawah pengawasan pemerintah sehingga tidak perlu ragu-ragu untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Berikut beberapa contoh gambar unggahan warganet ketika mencoba mengecek apakah terdaftar sebagai penerima vaksin atau belum, pada aplikasi PeduliLindungi.  

Sekian analisis Netray terkait aplikasi PeduliLindungi yang dikeluarkan untuk surveilans kesehatan selama pandemi sekaligus sebagai sarana untuk mengecek daftar penerima vaksin Covid-19. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: