Sadari Bahaya Microsleep, Kalau Lelah Istirahatlah!

microsleep

Apa itu microsleep? Bagi sebagian orang istilah ini mungkin cukup asing terdengar. Namun tahukah kamu bahwa hal ini dapat memicu kecelakaan fatal. Microsleep merupakan istilah saat seseorang tertidur dalam durasi kurang dari 30 detik. Seseorang dapat mengalami microsleep saat kurang tidur atau kelelahan. Lalu seperti apakah perbincangan warganet terkait topik ini? Apakah mereka pernah mengalami hal serupa? Simak infografik Netray berikut.

Infografik Microsleep

  • Microsleep

Bila diamati melalui grafik di atas tampak laju perbincangan warganet terkait istilah ini memuncak pada 04 November 2021 bertepatan dengan kecelakaan yang dialami oleh Vanessa dan Bibi. Berita yang cukup menggemparkan ini membuat warganet penasaran akan penyebab kejadian tersebut. 

Microsleep memang cukup berbahaya terlebih saat kita berkendara. Durasi yang cukup singkat saat terjadi microsleep justru membuat sebagian orang tidak menyadari hal tersebut. Faktanya otak manusia hanya dapat mengingat tidur lelap yang lebih dari satu menit. Itulah sebabnya seseorang yang memaksakan untuk tetap terjaga dapat mengalami microsleep yang membahayakan nyawa.

Setelah peristiwa kecelakaan Vanessa dan Bibi warganet cukup antusias membahas terkait microsleep. Hal ini tampak dari jumlah perbincangan yang mencapai 4,035 total tweets dalam kurun waktu lima hari periode pemantauan. 

Saat berkendara pengemudi harus mewaspadai terjadinya microsleep, itulah sebabnya sopir atau pengemudi harus memastikan dirinya istirahat dengan cukup dan tidak kelelahan. Pasalnya microsleep bahkan dapat terjadi saat mata terbuka bila dipaksakan untuk terjaga.

Beberapa kosakata seperti kecelakaan, berkendara, bahaya, istirahat, dan lain sebagainya tentu memiliki kaitan erat dengan perbincangan warganet seputar istilah microsleep. Dihimpun dari laman kominfo.go.id setiap jam rata-rata 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Adapun faktor terbesar yang menjadi penyebabnya yaitu;

-61% karena faktor manusia (terkait kemampuan serta karakter pengemudi)

-9% karena faktor kendaraan (terkait pemenuhan persyaratan teknis laik jalan)

-30% disebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan

Rute perjalanan yang memakan waktu berjam-jam dapat menyebabkan pengemudi merasa kelelahan. Untuk itu pengemudi wajib memperhatikan dirinya sendiri untuk tidak memaksakan perjalanan tersebut. Mencari rest area dan beristirahat sejenak dapat menjadi jalan paling aman untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. Berikut beberapa tanggapan warganet terkait microsleep. 

Microsleep memang bukanlah suatu hal yang sepele. Tak heran peristiwa lakalantas yang dialami Vanessa dan Bibi menjadi pemicu istilah ini semakin menjadi perbincangan. Warganet pun terlihat saling mengingatkan untuk hati-hati saat berkendara dan memperhatikan kesadaran diri. Pasalnya saat kita berkendara dengan memaksakan diri justru akan membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Bahkan berdasarkan data di atas tampak peristiwa laka lantas yang terjadi di Indonesia lebih dari enam puluh persen disebabkan oleh faktor manusia yang berkaitan dengan pengemudi kendaraan. Simak infografik dan analisis lainnya di blog.netray.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: