Respon Publik Sambut Partai Baru Amien Rais; Partai Ummat

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais resmi mengumumkan partai barunya pada Kamis, 1 Oktober 2020 kemarin. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Youtube-nya, Amien Rais Official. Bukan bernama PAN Reformasi seperti yang selama ini digembar-gemborkan, partai itu bernama Partai Ummat. Dengan mengusung semboyan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan, Partai Ummat akan bekerja dan berjuang berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan aturan demokrasi. Sementara asas dari partai tersebut adalah rahmatan lil alamin.

Kemunculan Amien Rais dengan partai barunya ini mencuri perhatian publik. Respon dari berbagai parpol menghiasi jagat media pemberitaan daring selama dua hari terakhir. Topik dengan kata kunci Partai Ummat pun sempat menjadi trending di Twitter pada 1 Oktober kemarin. Tak hanya pengamat politik dan orang-orang yang berkepentingan, warganet pun ikut mengomentari langkah Mantan Ketum PAN dalam hal ini.

Berikut hasil pantauan Netray untuk topik terkait Partai Ummat; bagaimana media mewadahi respon pihak-pihak terkait dalam menanggapi deklarasi Amien Rais hingga sentimen yang termuat dalam perbincangan topik di media sosial Twitter.

Pemberitaan Partai Ummat di Media Massa

Dengan menggunakan kata kunci partai ummat dan partai baru & amien rais, Netray menemukan 271 artikel terkait yang diterbitkan oleh 59 portal media berbeda sejak dua hari terakhir. Netray menjaring data selama seminggu ke belakang, terhitung dari 26 September hingga 2 Oktober 2020. Namun, topik ini baru muncul pada 1 Oktober ketika Amien Rais mendeklarasikan di akun youtube miliknya. Isu soal partai baru Amien Rais memang muncul sejak 30 September, namun nama Partai Ummat baru benar-benar disebut pada 1 Oktober.

Zulkifli Hasan dan Viva Yoga Mauladi yang merupakan Ketua dan Wakil Ketua Umum PAN banyak disebut-sebut oleh media ketika membicarakan partai baru Amien Rais. Demikian pula dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan PAN Reformasi yang sangat identik dengan Amien Rais.

Viva menyebut ideologi PAN dengan Partai Ummat berbeda. PAN mengusung ideologi nasionalis relijius sementara Partai Ummat menurutnya adalah partai Islam. Dengan deklarasi partai baru tersebut, maka Amien Rais secara resmi dan legal konstitusional telah keluar dan meninggalkan PAN.

Di sisi lain, Politisi PAN Guspardi Gaus berharap Amien serta loyalisnya kembali ke PAN dan berjuang bersama Ketum Zulkifli Hasan. Sebagai penggagas dan pendiri PAN ia menilai kurang pas bila Amien Rais membentuk partai baru. Terlebih selama ini nama Amien Rais sudah melekat pada PAN. Jika Amien mendirikan partai baru, tentu akan menimbulkan berbagai perspektif yang dipertanyakan rakyat. Meski demikian, Guspardi menghormati apabila Amien tetap komitmen mendirikan partai.

Sambutan Positif Parpol Untuk Partai Ummat

Langkah Amien Rais mendirikan partai baru disambut baik oleh sejumlah parpol seperti Gerindra, PKS, PPP, hingga PKB. Di negara demokrasi ini mendirikan partai baru adalah hal yang wajar. Oleh karenanya, mereka berharap bahwa partai baru Amien Rais ini nantinya bisa menambah iklim sehat kehidupan demokrasi di Tanah Air.

Sementara itu, sejumlah pengamat partai politik tidak terlalu banyak menaruh harapan kepada partai baru Amien Rais ini. Meski Partai Ummat dibuat tokoh sekelas Amien Rais, tetapi dinilai masih panjang perjalanannya bila ingin berlaga di Pemilu 2024. Pengamat Hukum Tata Negara dan Politik UNS Solo, Agus Riewanto menilai syarat-syarat yang harus dirampungkan supaya Partai Ummat terlebih dulu berbadan hukum cukup sulit.

Pengamat Politik UMY Tunjung Sulaksono menambahkan, bahan bakar Partai Ummat besutan Amien Rais hanyalah para loyalis PAN semasa lampau yang kini terpecah menjadi dua kubu. Tunjung menilai, orang-orang lama di internal PAN dapat dipastikan akan mengikuti jejak Amien Rais dengan partai barunya. Namun demikian, butuh usaha keras untuk mengulang masa gemilangnya di tahun 1998-1999 silam sebab pada tahun itu Amien Rais mendirikan PAN dengan memanfaatkan momen revolusi.

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno juga mengkritisi pemilihan nama Ummat yang identik dengan Islam. Menurutnya, Partai Ummat perlu mengubah profil partainya menjadi lebih terbuka, tidak hanya menyasar pemilih Islam kritis.

Partai Ummat di Mata Warganet

Isu bahwa Amien Rais akan meresmikan partai baru telah dibicarakan tipis-tipis pada akhir September. Sementara mengenai kata kunci Partai Ummat baru ramai dibicarakan pada 1 Oktober 2020 dengan dominasi muatan sentimen negatif. Total terdapat 1,5 ribu tweet selama seminggu terkakhir dengan frekuensi tertinggi terjadi pada 1-2 Oktober. Topik ini diperbincangkan oleh 1,2 ribu akun di Twitter dengan capaian impresi sebanyak 12,7 ribu dan potensi jangkauan kurang lebih hingga 60 juta akun.

Ketika Amien Rais resmi mengumumkan nama partai barunya pada 1 Oktober, tagar #PartaiUmmat dan #AmienRais pun menjadi trending di Twitter. Perbincangan untuk topik ini diramaikan oleh akun-akun oposisi seperti @MaspiyuO, @musniumar, hingga @OposisiCerdas. Berikut beberapa sampel tweet populer terkait topik dengan filter sentimen negatif dan positif.

Di kolom tweet populer bermuatan sentimen negatif terlihat didominasi oleh akun-akun pribadi. Sementara di kolom tweet populer bermuatan sentimen positif diisi oleh akun portal media berita oposisi. Hal ini mungkin sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Musni Umar dalam tweetnya berikut.

Melihat muatan sentimen positif untuk topik Partai Ummat yang diisi oleh akun dan media oposisi, mungkin benar jika Partai Ummat ini sejak kemunculannya telah mendapat tempat di sisi warganet yang kontra pemerintah. Jadi, bukan tidak mungkin apabila Partai Ummat akan dilirik oleh para oposisi. Sementara keresahan lain yang juga tak luput dari mata warganet adalah nuansa Islam yang tertuang dalam asas partai; rahmatan lil alamin.

This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-from-2020-10-03-11-10-21.png
This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-from-2020-10-03-10-58-39-1.png

Warganet membaca langkah Partai Ummat yang dinilai akan menyasar pada massa pemilih islamis dengan melenggangkan ‘jualan’ agama yang sering terjadi di ranah politik Indonesia. Oleh karena itu, sejumlah warganet dengan terang-terangan menyampaikan prediksinya bahwa partai ini tidak akan laku karena akan sulit mengikuti jejak kesuksesan partai-partai bernafas islam yang telah populer sebelumnya.

Demikian pantauan Netray terkait tanggapan dan sambutan publik terhadap Partai Ummat. Meskipun baru diumumkan secara resmi pada 1 Oktober lalu, langkah Amien Rais mendirikan partai baru ini langsung menarik perhatian sejumlah parpol, pengamat politik, hingga masyarakat Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: