Prabowo Subianto Disentil Isu Mafia Alutsista

prabowo subianto

Nama Prabowo Subianto kian santer dibicarakan di dunia maya, baik di Twitter maupun media massa daring. Namanya melejit di jagat Twitter setelah dirinya hadir dalam Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di kanal Youtube pada tanggal 13 Juni 2021. Sebelumnya, Menhan Prabowo juga sempat menjadi trending Twitter pada 4 Januari 2021 lalu yang turut menggelitik Netray untuk memantau di kanal tersebut dan tertulis dalam artikel berjudul Menhan Prabowo Kembali Menjadi Sorotan, dari Sea Glider hingga Pembubaran FPI.

Lalu, dalam video podcast berdurasi 58 menit 17 detik tersebut selain menceritakan perihal kehidupannya di dunia politik dan militer, Menhan Prabowo menyinggung perihal isu pengadaan alutsista yang dianggarkan lebih dari Rp 1.700 triliun. Pada diskusi yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, Prabowo menegaskan bahwa pengadaan anggaran tersebut hingga saat ini masih menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo dan kementerian lainnya.

Isu Mafia Alutsista

Isu mafia alutsista menjadi sorotan publik setelah adanya pernyataan dari Connie Rahakundini Bakrie yang muncul dalam kanal YouTube milik POIN. Dalam video wawancara tersebut, Connie menjelaskan adanya dugaan korupsi dalam sistem pertahanan. Kasus tenggelamnya KRI Nanggala 402 dinilai sebagai akibat dari adanya kecurangan anggaran yang dilakukan oleh TNI.

Pemerhati Militer dan Pertahanan tersebut mengungkapkan terkait adanya mafia berinisial Mr. M yang mengambil keuntungan dalam transaksi alutsita. Sontak pernyataan ini pun menyentil Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Dilansir dari RMOL, Prabowo Subianto meminta Connie R. Bakrie untuk menunjukkan siapa Mr. M tersebut. Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa Prabowo menilai sikap dan pernyataan Connie tersebut tidak mencerminkan suatu kritik yang lahir dari seorang akademisi. Dahnil pun mengungkapkan bahwa pernyataan Connie sangat bertolak belakang dengan semangat perjuangan para jendral yang tengah bertugas di Kementerian Pertahanan dan TNI.

Dengan adanya kejadian ini Menteri Prabowo menyarankan agar Connie melaporkan sosok Mr M ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun kepolisian untuk menghindari rumor dan fitnah. Dikutip dari Harian Jogja, Prabowo akan sangat berterima kasih apabila Connie membuka tabir sosok yang dimaksud sebagai Mr. M tersebut.

Berita Alutsista Terkini

Lantas seperti apa pemberitaan terkait alutsista dewasa ini? Berikut ulasan dan pantauan Media Monitoring Netray.

Netray memantau isu ini dengan membubuhkan kata kunci alutsista dan prabowo subianto. Dengan periode pemantauan 1-14 Juni, Netray berhasil menghimpun sebanyak 1.396 artikel yang mengandung kedua kata kunci tersebut. Dari gambar (all keyword) di atas, dapat kita lihat sebanyak 113 media massa daring Indonesia memberitakan kedua kata kunci ini. Dengan filter keyword yang dimiliki Netray, kita juga dapat melihat seberapa banyak artikel yang khusus membicarakan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia. Seperti apa berita terbaru terkait hal ini?

Berdasarkan pantauan Netray, pemberitaan terkait topik ini terus menjadi sorotan media massa. Nama Prabowo dan kementeriannya kian santer diberitakan. Hal ini dapat kita lihat dari gambar Peak Time di bawah ini yang menunjukkan grafik kemunculan topik yang mencuat di setiap harinya selama periode pemantauan. Gambar Peak Time di bawah ini merupakan grafik pemberitaan terkait kata kunci alutsista. Terlihat di beberapa tanggal tertentu topik ini menjulang hingga menghasilkan 94 artikel per harinya. Apa yang tengah menjadi bahan pemberitaan media?

Rabu, 2 Juni 2021 merupakan hari diadakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR. Raker kelanjutan yang dihadiri oleh Kementerian Pertahanan ini digelar secara tertutup. Dikutip dari Tempo, dalam rapat tersebut agenda pembahasan yang disampaikan ialah perihal strategi dan kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 atau alutsista. Berdasarkan draf Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2020-2024 yang beredar, kebutuhan anggaran Alpalhankam untuk Renstra 2020-2044 mencapai USD 124 miliar atau setara dengan Rp 1.773 triliun.

Nilai fantastis ini pun menjadi sorotan publik yang pada akhirnya memberikan sumbangan sentimen negatif pada topik ini. Pemberitaan terkait besarnya anggaran yang diusulkan menuai kritik dari beberapa akademisi, seperti Guru Besar Emeritus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Emil Salim. Dilansir dari Detik, mantan menteri era Soeharto tersebut mengkritik hal ini melalui akun Twitternya yang diunggah pada 2 Juni 2021. Dalam tweet-nya Emil Salim mempertanyakan seberapa besar urgensi pemerintah hingga berencana mengucurkan dana sebesar Rp 1.700 triliun di tengah kondisi pandemi yang dialami Indonesia.

Selain itu, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin juga memberikan tanggapan terkait hal ini. Seperti yang ditulis Jakarta News, Sultan mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah dengan pertimbangan yang matang sebelum akhirnya direalisasikan. Wakil Ketua DPD ini juga mengatakan bahwa permintaan ini bukan tanpa alasan karena dalam kontraksi ekonomi yang sedang terjadi, baginya banyak sektor lain yang harus mendapatkan prioritas dari pemerintah, seperti digunakan untuk kebutuhan bangsa dalam bidang ekonomi, sosial budaya pendidikan, kesehatan, hingga teknologi.

Prabowo Subianto Menjalankan Sesuai Prosedur

Meski banyak menuai kritik dari beberapa pihak terkait besarnya anggaran yang direncanakan, juga terdapat pihak yang mendukung tentang hal ini. Respons positif yang diberitakan oleh media ini pun berhasil memberikan sentimen positif bagi topik ini.

Seperti yang diberitakan oleh Jawa Pos National Network, Pengamat pertahanan dan analis LAB45 Andi Widjajanto menilai tindakan yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Andi berpendapat bahwa proses kalkulasi kebutuhan anggaran untuk pengadaan alutsista sudah baku sejak 2006, saat Undang-Undang (UU) Pertahanan, UU TNI, dan UU Industri Pertahanan terbit sehingga formula tersebut tetap dilakukan sampai sekarang. Ia juga menambahkan, pada 2005-2006 telah terbit dokumen perencanaan alutsista jangka panjang yang disebut Kekuatan Pokok Minimum atau KPM (Minimum Essential Force/MEF) yang disusun untuk memenuhi kebutuhan hingga 2024.

Hingga saat ini pemberitaan bernada positif masih mendominasi, setelah adanya pernyataan terbuka dari Menhan Prabowo pada acara Podcast Deddy Corbuzier hingga berita dukungan terhadap PT. PAL Indonesia (Persero) dalam dalam rangka mewujudkan kemandirian produksi alat utama sistem senjata atau alutsista laut. Dikutip dari Medcom, hingga sekarang Indonesia sudah memiliki pelaku industri strategis seperti PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad yang dinilai dapat memberikan cara efektif membangun kemandirian nasional.

Perbincangan Warganet Twitter

Pantauan Media Monitoring Netray pada kanal Twitter menunjukkan kata kunci alutsista dan deddy && prabowo mendapatkan sebanyak lebih dari 38 juta impresi dengan potensi jangkauan 89.3 juta akun. Sementara itu, dengan kata kunci alutsista ditemukan sebanyak 16.572 tweet dengan perbandingan sentimen negatif dan positif yang tidak berbeda jauh. Sedangkan kata kunci deddy && prabowo ditemukan sebanyak 949 tweet dengan puncak perbincangan yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2021 tepat satu hari setelah podcast tersebut diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Lantas apa yang tengah menjadi perbincangan warganet terkait kedua kata kunci? Hal ini dapat kita amati melalui fitur Top Words yang dimiliki oleh Netray. Secara garis besar dapat kita tarik kesimpulan perbincangan warganet terkait kedua kata kunci ini ialah perihal hadirnya prabowo dalam podcast tersebut dan tentang pengadaan alutsista yang tengah dianggarkan oleh Kementerian Pertahananan. Lalu, dengan fitur Top Complaint, kita dapat melihat tweet-tweet apa saja yang terindikasi sebagai bentuk keluhan atau kritik atas topik ini.

Dilihat dari gambar Top Complaint di atas terlihat kata korupsi mendominasi jajaran komplain. Seperti yang diberitakan dalam media massa, pengadaan alutsista yang dianggarkan hingga mencapai ribuan triliun tersebut ternyata juga membuat sangsi warganet akan adanya korupsi. Bahkan warganet juga menyinggung terkait mangkraknya kasus dugaan korupsi Heli AgustaWestland (AW) 101 yang hingga saat ini belum menemui titik terang.

Namun, seperti yang dapat kita lihat pada grafik sentiment trend sebelumnya, jumlah sentimen positif dan negatif pada topik inii tak berbanding jauh satu sama lain. Dari 16 ribu tweet, 6.656 di antaranya terindikasi sebagai tweet bersentimen positif. Dukungan atas upaya pengadaan alat pertahanan tersebut juga digaungkan warganet dengan permintaan adanya transparansi. Selain itu, warganet juga menilai upaya yang dilakukan Menhan Prabowo ini sebagai bentuk terobosan untuk memperkuat sistem pertahanan NKRI.

Dengan demikian, pemberitaan dan perbincangan seputar pengadaan alutsista ini tak lepas dari pro dan kontra. Besarnya anggaran yang direncanakan Kementerian Pertahanan patutnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah di tengah kondisi pandemi yang melanda Indonesia. Selain itu, transparansi juga menjadi permintaan publik yang diwakili warganet untuk menepis adanya dugaan korupsi yang kemungkinan besar bisa terjadi. Upaya yang dilakukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan perlu mendapat dukungan apabila hal ini benar-benar dinilai sebagai terobosan dalam memperbaiki sistem pertahanan NKRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: