Polemik Khasiat Kalung Eucalyptus, Antivirus Covid-19?

Polemik terkait kalung Eucalyptus yang digadang dapat menjadi antivirus masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang meragukan penemuan yang telah dipatenkan ini. Lalu, bagaimana pantauan media monitoring Netray terkait topik kalung Eucalyptus di media pemberitaan dan bagaimana tanggapan warganet?

Monitoring News Netray

Netray memantau pembahasan terkait kalung eucalyptus sejak tanggal 01 Juli 2020 s.d 13 Juli 2020. Selama periode tersebut ditemukan setidaknya 1.161 artikel terkait yang berasal dari 84 media pemberitaan online.

Inovasi buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan ini telah mendapatkan hak paten meski terus menjadi perbincangan di masyarakat. Masyarakat meragukan khasiat dari bahan dasar minyak kayu putih dapat menjadi penangkal virus Corona.

Bingkai Pemberitaan

Pengembangan eucalyptus sebagai antivirus dinilai kurang tepat, terlebih izin edar dari produk tersebut masuk dalam kategori jamu. Masyarakat pun diminta untuk tidak serta merta percaya akan khasiat yang dijanjikan oleh kalung eucalyptus tersebut. Keraguan tersebut juga disampaikan oleh sejumlah tokoh, seperti Sherina Munaf hingga Mardani Ali Sera.

Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan pemakaian kalung eucalyptus selama 15 menit dapat membunuh 42% virus. Ia juga mengatakan bahwa kalung ini akan diproduksi masal pada Agustus mendatang. Namun menurut ahli, klaim kalung sebagai antivirus Covid-19 dapat menimbulkan misleading. Hal ini dikarenakan klaim antivirus Covid-19 dapat diperoleh bila telah ada hasil spesifik terhadap strain SARS-CoV-2 bukan hasil uji virus Corona secara umum.

Anggapan bahwa kalung tersebut dapat membunuh Covid-19 dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut. Menghindari terjadinya kesalahpahaman, Kementan juga membantah kalung antivirus Corona dapat membunuh Covid-19.

Tanggapan Warganet

Beredarnya pemberitaan terkait kalung antivirus tersebut langsung menjadi perbincangan warganet Twitter. Dalam periode yang sama ditemukan hampir 9ribu cuitan terkait topik tersebut, dengan perbandingan sentimen yang hampir sama.

Sebagian warganet bertanya-tanya terkait khasiat dan kemampuan kalung antivirus tersebut. Namun, tidak sedikit dari mereka yang meragukan buatan Balitbangtan tersebut. Mereka menilai membuat antivirus tidak semudah itu dan klaim produk tersebut dianggap berlebihan.

Top Kategori

Melalui pantauan Netray terlihat beberapa kategori yang menjadi pembahasan media pemberitaan dan perbicangan warganet. Nama Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian pun menduduki kategori Top People diikuti oleh Kementerian Pertanian yang menjadi Top Organization. Berikut jaringan percakapan terkait topik kalung eucalyptus.

Akun @jokowi menjadi akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Selain itu terlihat beberapa akun lain, seperti @kementan dan @Balitbantan.

Kalung antivirus milik Balitbangtan ramai diperbincangkan oleh warganet dan menjadi pembahasan di media pemberitaan online. Hal tersebut menjadi polemik dikarenakan klaimnya yang dinilai berlebihan. Warganet menilai klaim tersebut setidaknya diikuti dengan penelitian dan penyampaian yang jelas sehingga nantinya tidak menjadi kebijakan yang blunder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: