Terungkapnya Pelecehan Seksual dan Bullying Di Lingkungan KPI

Kasus pelecehan seksual menjadi satu persoalan yang sangat meresahkan. Terlebih kasus-kasus tersebut muncul dari para korban dan pelaku yang tidak terduga bahkan dari lingkungkan keseharian, seperti halnya tempat bekerja. Salah satu kasus pelecehan seksual yang kembali terungkap ke publik, yaitu pelecehan yang dialami oleh salah seorang pegawai di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal ini pun cukup menjadi perhatian publik dan sempat menjadi trending topik beberapa waktu lalu. Ramainya perbincangan tersebut membuat Media Monitoring Netray mencoba melakukan pemantauan terkait topik ini sejak 31 Agustus 2021 sampai dengan 02 September 2021. Berikut hasil pantauan Netray.

Bila diamati melalui grafik di atas terlihat perbincangan topik ini mulai naik secara signifikan sejak 01 September 2021 dan terus memuncak hingga 02 September 2021. Hal ini bermula dari MS yang merupakan salah seorang karyawan KPI mengungkap perundungan dan kekerasan seksual yang dialaminya di tempat kerja. Dalam rilis pers, korban mengaku tidak diperlakukan seperti manusia. Bahkan kejadian tersebut telah berlangsung sejak tahun 2011, akibatnya MS harus bolak-balik ke rumah sakit akibat stres dan trauma yang dialaminya.

Rilis pers yang tersebar melalui media sosial sejak 01 September tersebut pun sontak menjadi perbincangan publik secara luas. Hal ini dapat diamati melalui laju grafik yang meningkat pada tanggal yang sama dengan dominasi respons warganet bersentimen negatif.

pelecehan seksual

Jumlah tweets yang mencapai 23.9 ribu selama dua hari menunjukkan topik ini menjadi perbincangan hangat warganet. Tak heran bila kemudian kasus pelecehan seksual dan perundungan tersebut meraih impresi sebesar 70.1 juta dengan potensi jangkauan mencapai 125.3 juta. Salah satu hal yang membuat warganet semakin antusias dan geram dengan kasus pelecehan seksual ini adalah korban mengaku bahwa kolega kerjanya tersebut menelanjangi dan mencoret buah zakar MS dengan spidol. Tak sampai di situ, bahkan para pelaku sempat mendokumentasikannya. Sontak warganet pun bereaksi dengan mengutuk keras perbuatan tersebut.

Beberapa reaksi tersebut terekam melalui tweets populer pantauan Netray. Melalui tweets tersebut terlihat komentar warganet yang mengaitkan persoalan ini dengan lembaga yang memang dikenal cukup kontroversial. Warganet yang menganggap KPI sebagai lembaga yang menyensor tontonan publik justru memiliki lingkungan kerja yang tidak sehat. Bahkan warganet semakin dibuat geram akibat pihak kepolisian yang tidak cepat tanggap dalam menangani kasus pelecehan seksual. Sementara itu, melalui Top Words di atas terlihat beberapa kosakata yang kerap muncul dalam perbincangan warganet terkait topik ini, seperti kawal, bullying, korban, perundungan, lingkungan, dan beberapa kosakata lainnya.

Berdasarkan kategori Top Accounts terlihat beberapa akun populer terkait topik pelecehan seksual di KPI. Akun @odydc menjadi akun paling populer melalui beberapa unggahannya seputar topik ini. Hal tersebut dapat diamati melalui akun monitoring Netray, terlihat melalui akunnya ia turut mengutuk perbuatan para pegawai KPI yang melakukan pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS.

Terungkapnya Kasus Pelecehan Seksual, Warganet Menyoroti Moral ASN KPI

Sebagai lembaga yang dikenal memiliki wewenang untuk menyensor kelayakan tontonan masyarakat, kasus pelecehan seksual ini cukup menggoyahkan citra KPI. Terlebih, kasus tersebut telah terjadi sejak 2011 hingga 2021 yang menunjukkan rentang waktu yang cukup panjang. Dalam rilis pers yang tersebar tersebut MS pun mengaku sudah dua kali melapor ke pihak kepolisian pada tahun 2019 dan 2020. Namun, pihak kepolisian justru membantah adanya laporan korban dengan kasus pelecehan seksual dari pegawai KPI.

MS mengaku sudah melaporkan permasalahan tersebut kepada atasannya, tetapi atasannya tersebut hanya memindahkan MS ke ruangan lain dan perundungan pun tetap berlanjut. Menanggapi persoalan ini warganet mengutuk keras dengan menganggap KPI gagal melindungi pegawainya dari perundungan dan pelecehan seksual. Warganet menilai kasus internal KPI tersebut menjadi contoh mudahnya mengurusi moral orang lain sementara kacau mengurus moral sendiri.

Pada kategori Top Complaints terlihat beberapa kosakata keluhan yang mendominasi perbincangan warganet, seperti anjing, pelecehan, bangsat, dan beberapa kosakata lainnya. Kata anjing dan bangsat menjadi reaksi makian yang paling banyak dilontarkan warganet yang geram terhadap kasus internal KPI tersebut. Sementara itu, pada kategori Top People terlihat @mazzini_gsp menempati urutan teratas kategori ini. Hal ini berkaitan dengan beberapa tweetsnya yang turut mengomentari perihal pelecehan seksual tersebut.

Pelecehan seksual menjadi permasalahan yang kerap terjadi tapi tidak semua korban berani untuk bersuara. Padahal persoalan ini menyisakan luka dan trauma yang mendalam bagi para korban. Bahkan dihukumnya para pelaku tak membuat luka para korban dapat teratasi. Itulah sebabnya perlindungan para korban menjadi satu hal yang penting untuk menjadi perhatian. Namun sayangnya, pihak-pihak terkait, seperti pihak kepolisian kerapkali dinilai kurang tanggap terkait kasus seperti ini. Hal serupa dialami oleh MS yang mengaku sudah dua kali melaporkan hal yang dialaminya tersebut kepada pihak berwajib hingga akhirnya kasus rilis pers korban menjadi viral. KPI pun akhirnya menanggapi persoalan ini dan mengakatakan pihaknya akan melaksanakan langkah-langkah investigasi untuk menindaklanjuti kasus tersebut serta memberikan perlindungan terhadap korban.

Demikian hasil analisis Netray, simak informasi dan analisis lainnya melalui https://blog.netray.id/

1 thought on “Terungkapnya Pelecehan Seksual dan Bullying Di Lingkungan KPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: