Pantauan Netray: Review Kartu Prakerja di Media Sosial Twitter

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar di berbagai sektor kehidupan. Salah satu sektor yang terdampak langsung adalah ekonomi. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa dirumahkan karena sejumlah perusahaan sudah tidak mampu lagi menanggung beban finansial yang terus mencekik. Para pekerja di bidang pariwisata menjadi yang paling terpuruk nasibnya hingga sejauh ini. Ribuan karyawan di-PHK menghiasi media pemberitaan selama bulan April ini. Pemerintah kemudian mencoba menenangkan para buruh dan karyawan yang terdampak dengan menawarkan program Kartu Prakerja. Sejak peluncurannya pada Maret lalu, program Kartu Prakerja terus diperbincangkan warganet. Ada yang merasa mendapat angin segar namun ada pula yang menyoroti ketidakefektifan program tersebut di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Netray melakukan pantauan pembahasan topik Kartu Prakerja di media sosial Twitter selama kurun waktu 1-20 April 2020. Dari pantauan ini, dapat diketahui bagaimana masyarakat membahas topik tersebut di Twitter. Apakah Kartu Prakerja merupakan solusi yang tepat atau justru kurang efektif di tengah kondisi pandemi saat ini? Berikut pantauan Netray selengkapnya.

Infografik Pembahasan Topik Kartu Prakerja di Twitter

Selama bulan April, topik Kartu Prakerja diperbincangkan sebanyak 42,5 ribu kali oleh 19 ribu akun di Twitter. Topik ini memperoleh impresi sebanyak 1,4 juta dengan potensi jangkauan hingga 172,7 juta akun.

Dari total 42,5 ribu cuitan yang membahas topik Kartu Prakerja, 17,6 ribu di antaranya memuat sentimen negatif. Bahkan, sentimen negatif terlihat mengungguli sentimen positif selama periode 1-20 April 2020. Puncaknya terjadi pada 14-15 April 2020 dengan total 3-3,5 ribu sentimen negatif dari total 8 ribu cuitan terkait topik ini. Apa yang menjadi bahasan warganet sehingga topik ini ramai diperbincangkan pada 14 April dan banjir sentimen negatif? Berikut selengkapnya.

Puncak Pembahasan Topik 14 April; Kartu Prakerja, Belva dan Ruangguru

Topik Kartu Prakerja ramai diperbincangkan pada sore hingga malam hari, kurang lebih sejak pukul 16:00 WIB. Puncaknya terjadi pada pukul 18:00 WIB. Sentimen netral-negatif mengikuti pembahasan topik Kartu Prakerja pada periode tersebut. Berikut kumpulan kosakata yang paling banyak dicuitkan warganet pada 14 April 2020.

Dari kumpulan kosakata tersebut terlihat bahwa warganet banyak membahas topik Kartu Prakerja, mulai dari pelatihan online, peserta, cara mendaftar, hingga membicarakan program pemerintah secara umum. Namun, dalam pembahasan topik ini muncul kata stafsus atau yang merupakan kependakan dari Staf Khusus. Bahkan muncul nama belva dan salah satu aplikasi bimbel online ruangguru di dalam kumpulan kosakata pantauan Netray. Apa kaitannya dengan topik Kartu Prakerja? Berikut penelusuran Netray.

Dari penelusuran Netray terkait cuitan populer pada 14 April 2020 dapat diketahui bahwa stafsus yang ramai diperbincangkan dalam kaitannya dengan topik Kartu Prakerja adalah Belva Devara. Belva Devara merupakan pemilik sekaligus CEO Ruang Guru yang dilantik sebagai salah satu staf khusus Presiden pada November 2019 lalu. Keikutsertaan Ruangguru sebagai mitra resmi pemerintah dalam pelatihan online Program Kartu Prakerja dipertanyakan. Akun @RachlanNashidik bahkan berkali-kali mengkritisi program pelatihan online dalam Kartu Prakerja. Ia lebih menginginkan anggara program Kartu Prakerja sebanyak 2o triliun dialihkan untuk bantuan langsung tunai. Terlebih lagi ia juga mempertanyakan masalah anggaran dana pelatihan online sebesar 5,6 triliun yang hanya akan menguntungkan pihak aplikator, termasuk di dalamnya Ruang Guru.

Review Negatif

Seperti dibahas di awal, respon negatif paling banyak menghiasi perbincangan topik Kartu Prakerja di Twitter. Berikut beberapa cuitan populer warganet dengan sentimen negatif untuk topik Kartu Prakerja selama periode 1-20 April 2020.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-128.png

Dari beberapa cuitan populer terkait topik Kartu Prakerja di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar warganet kurang setuju dengan program tersebut. Warganet merasa program pelatihan online yang ditawarkan Kartu Prakerja tidak efektif mengingat pelatihan online yang ditawarkan di Youtube dengan akses gratis saat ini mudah ditemui. Warganet juga menyoroti anggaran yang digelontorkan dalam program Kartu Prakerja sebanyak 2o triliun tersebut sebaiknya disalurkan dalam wujud bantuan tunai kepada warga terampak Covid-19 atau untuk keperluan APD. Selain masalah ketidakefektifan pemanfaatan dana Kartu Prakerja, sentimen negatif topik Kartu Prakerja juga disebabkan oleh adanya isu keterlibatan Belva Devara atas penujukan Ruangguru sebagai aplikator resmi dalam pelatihan online Kartu Prakerja. Selain menginginkan penghapusan program Kartu Prakerja dan pengalihan anggaran dana untuk kepentingan Covid-19, warganet juga meminta pemecatan stafsus yang dinilai korup

Review Positif

Meskipun sentimen negatif untuk topik Kartu Prakerja pada periode 1-20 April lebih banyak daripada sentimen positifnya, Netray mencoba menelusuri bagaimana bentuk respon positif warganet menanggapi Kartu Prakerja selama periode tersebut. Dari total 6 ribu cuitan bersentimen positif, berikut adalah cuitan yang paling banyak mendapat impresi dari warganet lain.

Terlihat bahwa sejumlah warganet masih antusias dan menaruh harapan pada program Kartu Prakerja. Warganet berharap bahwa Pelatihan Ketrampilan, Insentif Uang Saku, dan Sertifikan yang diberikan dalam paket Kartu Prakerja dapat menunjang perekonomian keluarga dan negara pada umumnya. Warganet juga menganggap program Kartu Prakerja sebagai terobosan bagus dan bermanfaat.

Top Inisiator

Berikut top inisiator dalam pembahasan topik Kartu Prakerja selama periode 1-20 April 2020. Sebagian besar merupakan akun media berita online. Media berita Kompas menjadi yang paling banyak membahas topik ini dengan total 138 cuitan selama periode tersebut.

Jaringan Percakapan

Berikut jaringan percakapan pembahasan topik Kartu Prakerja berdasarkan akun yang paling banyak mendapat impresi.

Berikut contoh cuitan dari beberapa akun yang banyak mendapat impresi dari warganet dalam pembahasan terkait topik Kartu Prakerja.

Sementara itu, akun yang paling banyak disebut dalam pembahasan topik ini adalah Presiden RI Joko Widodo.

Berikut beberapa cuitan warganet yang menyebut akun @jokowi.

Sentimen negatif membanjiri akun @jokowi. Sebagian besar warganet mempertanyakan urgensi program Kartu Prakerja dibandingkan dengan bantuan langsung yang dapat dirasakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Demikian pantauan Netray terkait pembahasan topik Kartu Prakerja di Twitter selama periode 1-20 April. Dari pantaun ini setidaknya dapat diketahui bagaimana masyarakat merespon program tersebut di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sentimen negatif menghiasi pembahasan topik ini di Twitter. Sebagian besar warganet menilai program Kartu Prakerja kurang efektif untuk mengatasi persoalan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. Warganet juga menyarankan anggaran yang cukup besar dalam program ini sebaiknya dialihkan untuk bantuan yang dapat dirasakan langsung oleh warga terdampak Covid-19 bukan dalam bentuk program pelatihan online yang sebenarnya bisa didapatkan secara gratis di kanal Youtube atau semacamnya .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: