Pandemi Belum Berakhir, Sebagian Warganet Bahkan Baru Menyadari Keberadan Covid-19

Pandemi masih belum berakhir, meski saat ini telah memasuki bulan ketujuh Covid-19 mewabah di Indonesia. Setidaknya terhitung sejak Maret, yakni bulan pertama diumumkannya secara resmi kasus pertama ditemukan di Indonesia dan kini per 21 September 2020 telah mencapai 248.852 jumlah kasus yang terkonfirmasi. (Info Covid-19 klik https://covid19.netray.id/ )

Monitoring Netray

Perbincangan terkait topik ini pun terus mencuat, media monitoring Netray memantau perbincangan tersebut melalui media sosial Twitter sejak 15 September 2020 s.d 21 September 2020.

Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 144.1K cuitan warganet seputar Covid-19 dengan Potentetial Reach mencapai 351.6M. Pandemi menjadi salah satu topik yang masih terus menjadi pembahasan warganet, selain karena angkanya yang terus melonjak, juga sikap pemerintah dalam menangani hal ini yang terus menuai perdebatan. Meski kini masyarakat telah memasuki era New Normal.

Peningkatan Jumlah Kasus

Era New Normal menjadi awal penerapan kebiasaan baru, agar masyarakat dapat terus beraktivitas dan bertahan hidup di tengah pandemi dengan penerapan berbagai protokol kesehatan agar tetap terhindar dari Covid-19. Namun masa transisi ini bukan perihal mudah, pasalnya tidak sedikit masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan hingga menyebabkan jumlah kasus yang harus menanjak kembali.

Seperti halnya di Jakarta, Ibu kota menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Bahkan hingga harus menerapkan PSBB kembali agar menekan angka penyebaran. Mobilitas masyarakat memang menjadi jalan pintas penularan yang tidak terhindarkan hingga pemerintah harus kembali menarik tuas rem agar ledakan kasus dapat terkendali.

Tidak hanya di Jakarta, adapun wilayah lain yang juga mengalami peningkatan jumlah kasus yaitu Yogyakarta. Ya, selama New Normal diterapkan tidak sedikit jumlah wisatawan yang kembali mendatangi Kota Wisata ini. Namun sangat disayangkan, hal ini justru memicu kenaikan jumlah kasus di kota ini.

Perlahan tapi pasti, jumlah kasus di kota ini terus meningkat. Hal ini juga dipicu oleh kesadaran masyarakat yang dinilai tidak seawas saat pertama kali Covid-19 mewabah sehingga kesadaran akan bahaya Covid-19 terus menurun dan menyebabkan angka penyebaran semakin meningkat. Dikarenakan mengalami peningkatan, Pemkot Jogja kini bahkan tengah menyiapkan Rusunawa sebagai Shelter untuk pasien Covid-19 dengan status OTG.

Sementara itu, berdasarkan rekaman video yang diunggah oleh warganet terlihat justru masyarakat saat malam hari dengan santai berkumpul dan mengabaikan protokol kesehatan yang semestinya diterapkan. Menanggapi rekor peningkatan jumlah kasus di Jogjakarta Sultan justru dinilai santai dengan mengatakan tidak apa-apa apabila positif akan di rawat di rumah sakit. Sultan juga mengingatkan untuk tidak menakut-nakuti dan menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Ragam Tanggapan Warganet

Kicauan warganet terkait pandemi masih terus berlanjut, tidak sedikit warganet yang meminta kontestasi politik 2020 (Pilkada) ditunda dahulu. Hal ini agar pemerintah fokus pada penanganan Covid-19 di tanah air dan menekan angka penyebaran.

Selain perbincangan terkait penundaan Pilkada di masa pandemi, terdapat juga warganet yang bahkan baru percaya akan keberadaan Covid-19 benar nyata setelah orang terdekatnya terinfeksi.

Ragam kritik hingga ajakan warganet untuk menghadapi Covid-19 bersama terpantau melalui monitoring Netray di media sosial Twitter. Pandemi Covid-19 memang belum berakhir, namun masyarakat seharusnya tetap disiplin dan waspada agar penyebaran virus ini dapat terkendali. Tidak hanya pemerintah, kita juga memiliki peran untuk menghentikan penyebaran virus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: