Kasus Buang Sesajen di Semeru Munculkan Sentimen Negatif Warganet & Media

Sebuah video amatir yang memperlihatkan seorang pria membuang sesajen viral di linimasa sosial media Twitter beberapa waktu yang lalu. Pria itu membuang dan menendang sesajen milik warga desa di lokasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang yang sempat mengadakan ritual ruwatan dan sedekah desa.

Aksi itu menjadi perbincangan warganet dan memunculkan sentimen negatif karena dinilai sebagai tindakan intoleransi. Menyinggung wacana keyakinan yang sangat sensitif.

Netray Media Monitoring tertarik untuk membuat pemantauan, baik di linimasa Twitter maupun di pemberitaan media massa. Di sini kami ingin melihat bagaimana respon warganet ketika mendengar kabar ini? Atau seperti apa sudut pandang pemberitaan media massa daring dalam negeri? Simak pemaparannya berikut ini.

Sudut Pandang Warganet dalam Kasus Buang Sesajen

Pemantauan kasus buang sesajen di Lumajang menggunakan kata kunci “sesajen”, “lumajang”, dan “#erupsisemeru”. Pemantauan dilakukan selama periode 4 Januari hingga 10 Januari 2022. Netray menemukan bahwa perbincangan ini dibentuk dari 8.009 twit.

Total twit dengan kata kunci (sumber: Dashboard Netray)

Apabila terjun lebih dalam ke grafik Peak Time, kita akan menemukan kata kunci “lumajang” dan “#erupsisemeru” sudah muncul sejak awal periode pemantauan. Akan tetapi twit yang muncul pada masa itu hampir tidak membahas permasalahan sesajen. Perbincangan tentang sesajen di sini baru ramai pada tanggal 9 Januari dan terus menanjak pada tanggal 10 Januari.

sesajen
Grafik Peak Time (sumber: Dashboard Netray)

Impresi atas twit warganet tercatat mencapai angka 229,9 ribu yang terdiri dari beberapa interaksi seperti retweet, reply, dan favorites. Perbincangan ini juga secara potensial bisa menjangkau 105,3 juta pengguna Twitter berbahasa Indonesia. 

Total impresi warganet (sumber: Dashboard Netray)

Netray memantau setidaknya 1.654 akun laki-laki dan 659 akun perempuan membuat twit yang mengandung salah satu atau lebih kata kunci di atas. Sedangkan dari sudut pandang sentimen, melalui grafik Sentiment Trend diketahui bahwa warganet mengunggah 3.567 twit dengan sentimen negatif dan 1.490 twit lainnya bersentimen positif. Artinya aksi yang dilakukan oleh pria di Lumajang ini lebih banyak mendapat pandangan yang buruk dari warganet.

Dominasi sentimen negatif (sumber: Dashboard Netray)

Top Account dalam Pemantauan Perbincangan

Meski perbincangan terpantau melonjak drastis pada tanggal 9 Januari, twit yang memantik  obrolan warganet ternyata sudah terlebih dahulu terbit pada Sabtu 8 Januari 2022. Sekitar pukul 5 sore, akun @Setiawan3833 mengunggah video yang berisi aksi seorang pemuda membuangi sesajen milik warga di lokasi erupsi Semeru.

Pemantik perbincangan (sumber: Dashboard Netray)
Twit pemantik (sumber: Dashboard Netray)

Melalui twit tersebut, akun dengan foto profil pria mengenakan seragam Pemuda Pancasila ini pada akhirnya menjadi akun yang mendapat impresi tertinggi di grafik Top Accounts. Kasus ini kemudian menjadi viral lantas mendapat perhatian dari sejumlah tokoh nasional. Antara lain seperti dari Alissa Qotrunnada Wahid di akun @AlissaWahid dan akun @na_dirs yang dikelola komunitas santri dari Gus Nadirsyah Hosen.

Grafik Top Accounts (sumber: Dashboard Netray)

Putri dari mendiang Gus Dur ini menyebutkan bahwa siapa saja boleh tidak percaya dengan keberadaan sesajen. Akan tetapi memaksakan keyakinan tersebut ke orang lain tentu tidak dibenarkan. Alissa juga mengatakan bila ia merasa kerepotan dengan orang-orang dari kelompok ini (yang kerap memaksakan kehendak).

Twit Alissa Wahid (sumber: Dashboard Netray)
Twit komunitas santri Gus Nadirs (sumber: Dashboard Netray)

Sedangkan twit dari komunitas santri Gus Nadirs kembali mengingatkan untuk belajar beragama dalam keragaman. Tidak perlu merasa cemas ketika melihat sejumlah atribut agama lain seperti lambang salib, patung, hingga sesajen karena hanya menjadi cerminan lemahnya iman.

Selain menjaring akun yang mendapat impresi tertinggi, pemantauan ini juga menghasilkan daftar entitas person yang paling banyak disinggung oleh warganet. Sejumlah akun bahkan tidak masuk ke dalam daftar impresi, akan tetapi kerap di-mention warganet seperti akun @TofaTofa_id, @_ekokuntadhi, dan @yunartowijaya.

Grafik Top People (sumber: Dashboard Netray)

Perspektif Pemberitaan Media Massa Daring

Pemberitaan media massa daring juga tidak luput dari perhatian Netray. Pemantauan ini adalah untuk melihat bagaimana sudut pandang yang paling umum digunakan oleh media massa. Menggunakan kata kunci “sesajen” Netray menemukan 174 artikel yang terbit selama periode 4 Januari hingga 10 Januari 2022. Dan hanya diterbitkan oleh 48 kanal berita.

Statistik pemantauan media massa (sumber: Dashboard Netray)

Secara umum pemberitaan dengan topik aksi membuang sesajen di Lumajang masuk ke dalam kategori hukum dengan 67 artikel. Selanjutnya muncul di rubrik agama dengan 33 berita dan di kategori politik tak terpaut jauh dengan 24 artikel. Sisanya terbagi mulai dari rubrik gaya hidup, teknologi, hingga bencana.

Sentimen pemberitaan (sumber: Dashboard Netray)

Media juga lebih banyak memandang wacana ini secara negatif ketimbang sudut pandang positif. Yakni antara 107 artikel yang ditulis dengan perspektif negatif dengan 30 artikel bermuatan positif. Sudut pandang negatif lebih mendominasi karena sebagian besar artikel berasal dari kategori hukum.

Top People di media massa (sumber: Dashboard Netray)
Contoh berita (sumber: Dashboard Netray)
Berita kategori hukum (sumber: Dashboard Netray)

Nama Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjadi sosok yang paling banyak dimintai keterangan terkait masalah ini. Media massa daring juga banyak menulis artikel berdasarkan twit dari akun Alissa Wahid dan Setiawan3833. Karena banyak masuk kategori hukum, nama Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti masuk ke dalam jajaran Top People. Apabila pembaca tertarik dengan analisis semacam ini, simak laporan-laporan kami lainnya di blog netray.

Editor: Irwan Syambudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: