Nasib Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

Sejak Januari 2020 dunia dihebohkan dengan menyebarnya Covid-19 ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Mudahnya virus tersebut menyebar mengakibatkan lumpuhnya aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Bagaimana pembahasan media pemberitaan dan warganet terkait pariwisata di tengah kondisi pandemi ini. Simak hasil pantauan Netray.

Netray memantau perkembangan pemberitaan terkait topik pariwisata selama 30 hari, sejak tanggal 22 Maret s.d 20 April 2020. Selama periode tersebut ditemukan pemberitaan sebanyak 2,388 artikel terkait topik pariwisata dan mendominasi sebanyak 48,24%.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak parah dari Covid-19. Minimnya jumlah wisasatawan mengakibatkan tutupnya sejumlah hotel dibeberapa wilayah di Indonesia. Bahkan dampak ini telah dirasakan sejak Januari. Akibatnya, pemberhentian tenaga kerja tidak dapat terelakkan, hingga beberapa pemandu wisata harus beralih profesi dan memilih kembali ke kampung halaman.

Terhentinya pemasukan dari UMKM dan sektor pariwisata disejumlah daerah berdampak pada perekonomian. Pemerintah memperkirakan sektor pariwisata akan kembali bangkit pada tahun 2021. Meski hingga saat ini belum diketahui kapan akhir dari penyebaran Covid-19 ini.

Salah satu pemberitaan terkait sektor pariwisata dimuat oleh Detik.com yang melaporkan lebih dari 1.500 jumlah hotel yang tutup di seluruh Indonesia. Angka jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah dan terjadinya lockdown dibeberapa wilayah juga menyebabkan ditundanya 26 penerbangan Garuda dan hal ini juga berdampak pada perusahaan layanan pariwisata yang menerima tingginya permintaan refund tiket.

Berdasarkan pantauan Netray terlihat Joko Widodo, Sri Mulyani Indrawati, dan Wishnutama menjadi Top Initiator pada topik ini. Ketiga tokoh tersebut menjadi Tokoh yang paling banyak disebut disetiap artikel media pemberitaan. Selain itu, Detik juga menjadi Top Portal dengan jumlah artikel terkait pariwisata mencapai 187 artikel.

Perbincangan Warganet Twitter

Selain memantau melalui media pemberitaan online, Netray juga memantau terkait topik pariwisata di Twitter. Dalam periode yang sama Netray menemukan perbincangan terkait topik Pariwisata lebih dari 39ribu cuitan.

Selama sebulan terakhir perbincangan terkait sektor pariwisata terus menjadi sorotan dan perbincangan di media sosial. Pasalnya pemerintah tengah membangun sektor ini sebagai salah satu sumber pemasukan negara. Serta tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggantungkan ekonominya pada sektor ini. Terlihat pada 16 April perbincangan terkait topik ini mencapai 5.168 cuitan.

Untuk dapat mengurangi terjadinya PHK akibat terpukulnya sektor ini pemerintah meminta meminta untuk dapat mengambil langkah mitigasi secepatnya. Mitigasi merupakan tindakan mengurangi dampak bencana. Pemerintah juga mengatakan akan terjadi booming pariwisata pada tahun 2021 dan memprediksi pandemi ini akan berakhir pada akhir tahun ini.

Penyebaran wabah ini menjadi badai untuk perekonomian pada tahun ini. Terlihat melalui pantauan Netray beberapa wilayah dengan warna yang lebih terang menjadi Top Entities Locations, diantarayanya Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan yang juga terdampak parah kasus Covid-19. Selain itu, melalui word cloud dapat diamati pergerakan isu dan pembahasan warganet melalui kosa kata yang kerap digunakan dalam cuitannya.

Berdasarkan pantauan Netray beberapa cuitan di atas menjadi cuitan populer topik ini. Sebagian warganet juga mengungkapkan kekesalannya pada pemerintah yang dinilai tidak tegas sejak awal kemunculan wabah ini, dan justru menggenjot pariwisata, khusunya WNA yang berpotensi dapat menyebarkan virus ini. Kekesalan tersebut diungkap oleh beberapa akun, salah satunya [email protected]_rg yang mendapat like 4.834 dan diretweet sebanyak 1740 kali.

Dalam Media Populer pantauan Netray, terlihat akun @KompasTV memuat pemberitaan terkait upaya pemerintah untuk menggenjot pariwisata dengan mendatangkan turis asing dari China, Korsel dan Jepang. Namun Wisnutama selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengataka belum berniat untuk datangkan turis asing. Ditengah pandemi yang tengah berlangsung hal tersebut tentu hanya akan menuai kontra dan pergolakan masyarakat yang tengah berjuang memutus rantai penyebaran Covid-19, bahkan beberapa negara memilih untuk me-lockdown wilayah mereka.

Meski belum diketahui kapan pandemi ini akan berakhir ada baiknya untuk masyarakat tetap optimis dan ikut mendisiplinkan diri. Selain kebijakan pemerintah, kesadaran diri masyarakat juga sangat berperan untuk memutus penyebaran wabah Covid-19 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: