Membahas Mental Health di Twitter; Ngomongin Apa?

mental health

Kesehatan mental atau mental health selalu menjadi topik yang cukup menarik untuk diperbincangkan. Berbagai faktor dapat mengganggu kesehatan mental seseorang, seperti tekanan oleh keadaan atau kesulitan yang tengah dihadapi sehingga memicu stres. Ditambah kondisi pandemi yang tak kunjung mereda, bukan tidak mungkin isu tentang mental health semakin tinggi diperbincangkan. Netray pun mencoba menelusuri kata kunci terkait mental health di Twitter untuk melihat bagaimana warganet menyampaikan keluhan kesehatannya selama beberapa waktu. Lalu, apa saja yang paling banyak diungkapkan ketika membicarakan soal kesehatan mental? Simak infografik hasil pantauan Netray berikut.

  • mental health

Topik Mental Health di Twitter

Selama periode 26 Januari 2021 s.d 24 Februari 2021 Netray menemukan 14.8K total perbincangan warganet terkait topik mental health. Perbincangan ini didominasi oleh sentimen negatif dengan impresi mencapai 14.7M dan potential reach mencapai 30.4M. Tentu bukan angka yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa topik mental health kerap menjadi perbincangan warganet.

Netray kemudian menyoroti dua kata populer yang paling banyak diketikkan warganet ketika memperbincangkan topik ini, yakni overthinking dan insecure.

Insecure

Perbincangan warganet dalam satu periode terkait insecure mencapai 8,6K dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif.

Insecure merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti tidak aman atau tidak kukuh. Istilah insecure merujuk pada perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Akibatnya, seseorang yang insecure bisa saja merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya, atau justru berusaha memamerkan kelebihannya.

Kondisi ini kerap dialami oleh sebagian warganet. Pemicunya beragam, salah satunya adalah rasa minder ketika melihat kelebihan yang ada pada diri orang lain. Warganet menyampaikan bahwa kondisi ini kerap terjadi saat memasuki usia 20-25 tahun. Pada dasarnya kondisi ini dapat dianggap normal dialami seseorang. Namun jika terjadi secara terus menerus hal ini dapat memicu timbulnya overthinking yang berbahaya bagi kesehatan mental. Untuk dapat menghindari hal ini kita disarankan untuk selalu bersyukur atas segala hal yang kita miliki. Yok bisa yok!

Overthinking

Sama halnya dengan insecure, overthinking juga merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti berpikir berlebihan. Overthinking dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti adanya kekhawatiran akan sesuatu hingga trauma di masa lalu atau hal-hal lain yang membuat seseorang tidak dapat berhenti memikirkannya. Total perbincangan warganet terkait overthinking mencapai 6,7K dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif.

Warganet mengungkapkan bahwa overthinking biasanya terjadi pada malam hari saat istirahat menjelang tidur. Saat tubuh berhenti melakukan aktivitas namun otak masih terus berpikir untuk sesuatu hal secara berlebihan. Akibatnya pun beragam. Kondisi ini dapat mengakibatkan menurunnya semangat performa sehari-hari hingga mengganggu kesehatan fisik. Itulah sebabnya overthinking menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang kerap menjadi perbincangan warganet.

Faktor dan Alternatif Menyehatkan Mental

Menurut warganet mental health merupakan permasalahan yang tidak dapat disepelekan. Siapa saja dan kapan saja dapat mengalami persoalan ini dalam diri mereka. Namun sayangnya sebagian warganet berpendapat bahwa pemicunya seringkali datang dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sekolah. Bahkan di masa pandemi ini para survivor covid-19 juga dikabarkan mengalami gangguan kesehatan mental.

Bersyukur menjadi satu kata yang dapat menjadi alternatif bagi siapa saja yang merasa tengah mengalami masalah dengan mental health. Demikian warganet mengajak untuk selalu bersyukur agar dapat terhindar dari gangguan kesehatan mental tersebut. Tidak hanya itu, bersyukur juga dapat membuat hati kita lebih tenang dan dapat meningkatkan rasa cinta terhadap diri sendiri. Dengan demikian kita tidak lagi membandingkan diri kita dengan orang lain.

Clubhouse sebagai Ruang untuk Mewadahi Isu Mental Health

Tidak hanya di Twitter, mental health juga menjadi perbincangan di Clubhouse. Aplikasi yang belum lama naik daun ini agaknya menjadi ruang baru bagi warganet untuk berbincang mengenai berbagai topik, termasuk di antaranya mental health yang dianggap sebagai isu menarik untuk diperbincangkan.

Penutup

Penelusuran topik terkait mental health memunculkan dua istilah yang ramai diperbincangkan oleh warganet, yaitu insecure dan overthinking. Kedua permasalahan tersebut memang dapat mengganggu kesehatan mental. Bahkan yang menyedihkan tidak sedikit dari warganet yang mengaku kerap mengalami kondisi tersebut. Untuk dapat mengatasinya kita dapat memulai dengan perilaku ringan, yaitu membiasakan diri untuk selalu bersyukur dan mencintai diri sendiri sehingga kita dapat terhindar dari pikiran buruk yang dapat merugikan.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: