Menjemput Pembelian Jet Tempur Bekas Lewat Cuitan Netizen

jet tempur bekas

Guna memperkuat pertahanan negara dari matra udara, Menhan Prabowo mengungkapkan rencana pembelian tambahan jet tempur. Sejumlah model pesawat sempat dianggap menjadi incaran Prabowo. Hingga akhirnya terdengar kabar bahwa Menhan sudah mengajukan proposal pembelian 15 jet Eurofighter Typhoon milik pemerintah Austria.

Manuver ini memunculkan silang pendapat di muka publik karena beberapa hal. Pertama, pesawat jet tersebut dianggap barang bekas karena dibeli bukan langsung dari produsen Konsorsium Eropa dan Airbus. Kedua, 15 jet Eurofighter ini memiliki masa lalu sangat buruk menyangkut skandal korupsi, penggelembungan harga, hingga rencana pemensiunan.

Selama bulan Juli lalu, media monitoring Netray melakukan pemantauan media dengan kata kunci “jet tempur”, “prabowo”, “bekas”, dan “austria”. Ditemukan 172 berita yang mengandung kata kunci tersebut dan ditulis oleh 46 media daring di seluruh Indonesia (gbr 1).

Dari pengamatan ini diketahui bahwa berita pembelian jet tempur bekas ini pertama kali muncul pada tanggal 19 Juli 2020 sore oleh Tribun Medan (gbr 2). Sedangkan pemberitaan sebelumnya, yang berselang 5 hari sebelumnya yakni tanggal 14 Juli (gbr 3), belum menjelaskan secara definitif model jet tempur yang akan dibeli. Media masih menebak-nebak sejumlah kandidat yang cocok untuk menjaga langit Indonesia (gbr 4).

Menilik media yang paling banyak meliput wacana ini, Netray menemukan CNBC Indonesia menulis 18 artikel. Dilanjutkan Kompas dan CNN Indonesia dengan 11 berita (gbr 6). Mereka menyajikan liputan dengan gaya bahasa dan sentimen masing-masing.

Sentimen Media

Secara garis besar, pendapat media terkait rencana pembelian ini cenderung negatif. Netray menemukan 94 berita bernada negatif, dan hanya 44 laporan saja yang memiliki sentimen positif (gbr 7). Kontroversi dibalik status pesawat tempur Eurofighter Typhoon tentu menjadi alasan utama mengapa sentimen negatif lebih mendominasi.

Lantas isu apa saja yang diangkat oleh media massa terkait dengan upaya pembelian pesawat jet tempur bekas oleh Menhan Prabowo. Dari penelusuran Netray, ditemukan sejumlah retorika yang disampaikan media massa. Tentu saja retorika ini memiliki muatan sentimen negatif.

Retorika pertama adalah dengan membandingkan spesifikasi pesawat ini dengan model yang lebih canggih. Hal itu dilakukan oleh CNBC Indonesia. Eurofighter yang “dibidik” oleh Prabowo dihadap-hadapkan dengan pesawat jet buatan Rusia, Sukhoi Su-57 (gbr 8). Padahal pesawat Eurofighter merupakan pesawat jet generasi keempat, sedangkan Su-57 terhitung masuk ke generasi kelima. Jika ingin apple to apple, jet buatan Uni Eropa ini harusnya dibandingkan dengan Su-27, yang saat ini sudah dimiliki militer Indonesia.

CNBC juga melakukan klaim sepihak dengan menyebut pesawat ini ‘Dibuang’ oleh militer Austria (gbr 8). Faktanya Austria memang melakukan kesalahan pembelian yang diwarnai kasus korupsi. Matra udara Austria, sebagai negara kecil, juga tak cocok dengan tipe pesawat ini. Termasuk dengan jumlah pesawat yang dibeli dinilai berlebihan untuk negara yang tak memiliki sejarah konflik kontemporer dengan negara tetangganya.

Sejumlah pemberitaan negatif di atas masih bercampur lagi dengan sekian banyak sudut pandang yang menyudutkan posisi menhan Prabowo dan proyek pembelian jet tempur bekas milik Austria. Mulai dari harga hingga latar belakang pembelian jet yang syarat penyimpangan seperti kasus korupsi.

Tanggapan Netizen

Melalui kata kunci yang sama, Netray mencari tahu bagaimana pendapat publik terkait wacana pembelian jet tempur bekas ini. Dari pemantauan di platform sosial media Twitter selama periode bulan Juli yang lalu, Netray menemukan 319 total cuitan yang mengarah pada subyek (gbr 14).

Selama satu bulan, kata kunci yang berhubungan dengan jet tempur bekas terkonsentrasi di akhir bulan. Meskipun publik sudah mulai membicarakannya sejak awal bulan (gbr 14). Rencana pembelian jet tempur bekas ini memang sudah mendapat kecaman terlepas dari model pesawat yang akan dibeli. Netizen merasa pemerintah tidak sensitif terhadap situasi ekonomi dengan merilis rencana pembelian 15 jet tempur Eurofighter Typhoon dari Austria.

Sentimen negatif semakin bertambah banyak begitu netizen tahu jenis dan dari mana pesawat jet bekas itu akan didapatkan (gbr 19). Sejumlah netizen membeberkan pendapat mereka, dalam hal ini mempertanyakan mengapa harus membeli pesawat yang sudah pernah dipakai militer Austria (gbr 20-23). Alih-alih melanjutkan rencana pembelian Sukhoi yang sudah lama tidak terlaksanakan.

Meski sentimen negatif mewarnai perbincangan di Twitter. Anomali justru muncul jika melihat data reaksi netizen terhadap cuitan yang paling berpengaruh. Secara agregatif Netray mengumpulkan setidaknya 2.272 interaksi terhadap setiap cuitan yang berkolerasi dengan kata kunci (gbr 24).

Namun, jika data ini disilangkan dengan diagram peringkat akun dengan interaksi tertinggi, justru sentimen negatif tidak mendapat banyak tempat. Dari sekian top account seperti: @MaspiyuO, @DavidPurnamaHan, dan @JKDaulay, justru mencuitkan pendapat yang bersentimen positif (gbr 25).

Artinya akun yang memiliki pengaruh tinggi dalam konteks ini mendukung kebijakan dari Menhan Prabowo terkait pembelian jet tempur bekas. Namun, khalayak umum tetap memberikan sentimen negatif sebagai bentuk penetrasi media ke dalam wacana masyarakat.

Kesimpulan

Menhan Prabowo memiliki rencana untuk memperkuat pertahanan udara militer Indonesia dengan mendatangkan sejumlah jet tempur. Rencana ini dianggap kurang sensitif dengan situasi perekonomian nasional akibat dampak pandemi covid-19. Ditambah lagi dengan fakta bahwa jet Eurofighter Typhoon milik militer Austria ini memiliki sejarah yang buruk termasuk skandal korupsi. Masyarakat yang mendapat informasi dari media massa sehingga mereka mengikuti sentimen yang dibawa oleh media massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: