Melihat Aplikasi Sinar (SIM Nasional Presisi) dalam Kacamata Media Sosial Twitter

Sinar merupakan sebuah aplikasi SIM Nasional Presisi yang diluncurkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan secara virtual dan serentak oleh jajaran kepolisian daerah seluruh Indonesia pada hari Selasa, 13 April 2021. Kegiatan peluncuran SIM Nasional Presisi dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Melalui aplikasi Sinar, masyarakat tidak perlu mendatangi Satpas untuk melakukan perpanjangan SIM A ataupun SIM C. Segala prosedur pengurusan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dapat dilakukan dalam aplikasi Sinar dengan cepat dan efisien. 

Hadirnya aplikasi SIM Nasional Presisi merupakan salah satu produk dari program unggulan Kapolri Listyo Sigit dalam 100 hari. Melalui gebrakan program 100 hari tersebut, Kapolri memberikan inovasi untuk peningkatan kinerja Polri dengan mempermudah pelayanan bagi masyarakat. Adapun beberapa aplikasi yang telah dirilis Polri dalam 100 hari masa kepemimpinan Jenderal Sigit antara lain, Aplikasi Dumas (Pengaduan Masyarakat), Aplikasi Propam Presisi (Pengaduan Kinerja Anggota Polisi), Aplikasi BOS (Binmas Online System) Versi 2 dan lain-lain. 

Namun pada kesempatan kali ini, Netray akan mengulas salah satu aplikasi yakni SIM Nasional Presisi. Aplikasi yang telah mencuri perhatian publik hingga menjadi trending Twitter pada 20 Mei 2021. Aplikasi Sinar berhasil menduduki jajaran trending Twitter meski tidak bertepatan dengan momen apapun serta jauh dari tanggal perilisannya. Penasaran dengan hal itu, Netray melakukan pemantauan terkait aplikasi tersebut. Apa yang membuat aplikasi tersebut mendadak trending di Twitter? 

Pada jajaran Top Words di atas, kata gebrakanprogram100hari dan hadirkan berukuran sangat menonjol. Kemudian baru dikelilingi oleh kata aplikasi dan sinar. Perbincangan topik seputar aplikasi Sinar digencarkan karena adanya program gebrakan 100 hari tersebut. Gebrakan program tersebut merupakan inovasi atas kinerja Kapolri baru yakni Jenderal Sigit. Hal ini sesuai dengan jajaran kata yang muncul dalam top words di atas terdapat nama Jenderal Sigit dan Kapolri. Lantas seperti apa statistiknya? 

Hasil pantauan Netray selama sepekan dengan periode 15-21 Mei 2021, topik aplikasi Sinar telah diperbincangkan warganet sebanyak 9.700 cuitan. Pada statistik di atas terlihat angka potential reach lebih unggul daripada jumlah impresi. Angka potential reach aplikasi Sinar menyentuh angka 4,1 juta, sedangkan impresi topik ini hanya menyentuh angka ribuan. Artinya kemunculan topik aplikasi Sinar mencapai jangkauan yang luas, tetapi tidak memancing interaksi warganet dalam mendiskusikan topik tersebut. 

Seperti gambar grafik di atas, topik aplikasi sinar memuncak hanya dalam satu hari saja, yakni tanggal 20 Mei 2021. Kemudian di hari selanjutnya, tidak ada sama sekali perbincangan terkait topik yang bersangkutan. Pada kurva di atas terlihat bahwa perbincangan seputar topik didominasi dengan sentimen positif. 

Dilihat dari fitur tweet populer, perbincangan didominasi oleh akun-akun resmi jajaran satuan Kepolisian Republik Indonesia. Seperti halnya cuitan dari @polres_pemalang yang menggemakan cuitan tentang peluncuran aplikasi Sinar sebagai inovasi pelayanan kepolisian untuk meminimalisir penyalahgunaan wewenang. Lalu terdapat pula cuitan dari akun @HumasPolres_Bjn yang menuliskan cuitan tentang gebrakan program 100 hari yang menghadirkan rasa nyaman. Akun resmi dari satuan kepolisian tersebut memperoleh jangkauan yang luas hingga memungkinan warganet memberikan interaksi berupa like, komentar, hingga retweet

Hampir keseluruhan isi dari topik aplikasi Sinar dipenuhi cuitan dari akun-akun kepolisian. Hanya terdapat beberapa akun warganet yang menyuarakan opininya seputar topik menggunakan tagar #GebrakanProgram100Hari tersebut. Berikut gambaran top akun. 

Jajaran top akun dari pantauan Netray membuktikan bahwa topik perbincangan aplikasi Sinar dipenuhi oleh akun-akun resmi kepolisian, mulai dari satuan setingkat Polsek, Polres hingga Polda. Akun tersebut mempunyai platform yang besar di masyarakat sehingga memungkinkan bahwa sebuah topik dapat memiliki jangkauan yang luas apabila platform akun-akun tersebut menggemakan cuitan di twitter secara serentak. 

Jaringan Percakapan Aplikasi Sinar

Gambar jaringan percakapan di atas, memperlihatkan bahwa akun @HumasPolres_Bjn dan @1trenggalek membentuk lingkaran jaringan percakapan berbeda. Hal ini dikarenakan interaksi yang diperoleh kedua akun tersebut pun berbeda. Interaksi warganet untuk akun @HumasPolres_Bjn seputar launching aplikasi Sinar, sedangkan jaringan percakapan untuk akun @1trenggalek yakni tentang tagar #GebrakanProgram100Hari. 

Penutup

Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin modern, prima serta menjawab kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan sosial budaya masyarakat. Melalui inovasi peluncuran beberapa aplikasi termasuk aplikasi Sinar tersebut, diharapkan masyarakat dapat menerima layanan pembuatan atau perpanjangan SIM dengan lebih mudah tanpa harus mendatangi kantor layanan kepolisian ataupun mengantre. Strategi yang dilakukan serentak oleh jajaran satuan di bawah naungan Kepolisian Republik Indonesia untuk menggemakan peluncuran aplikasi Sinar yang termasuk dari program gebrakan 100 hari patut diapresiasi. Sebab, selama satu hari cuitan-cuitan tersebut telah banyak menjangkau beberapa akun masyarakat yang semula belum mengetahui inovasi beberapa aplikasi-aplikasinya. Meski nyatanya strategi sosialisasi tersebut belum terlalu menarik interaksi masyarakat awam. Demikian analisis Netray.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: