Melekatnya Branding Roti O di Tengah Isu Mahalnya Makanan Kereta Api

Beberapa waktu belakangan trending topik Twitter diramaikan oleh PT KAI dan Roti O. Keramaian ini bermula dari sebuah cuitan yang membahas tentang mahalnya makanan di kereta api. Sontak hal itu memancing diskusi publik dengan berbagai macam impresi dari warganet terkait topik tersebut.

Media Monitoring Netray pun melakukan pemantauan sejak topik tersebut mulai mencuat ke publik, yakni 2 November hingga 3 November 2020. Bahkan setelah tanggal 2 November topik ini masih menjadi perbincangan warganet meski tidak seantusias sebelumnya. Lantas, seperti apa impresi warganet membahas mahalnya makanan di kereta Api? Lalu, mengapa Roti O juga ikut menjadi trending? Simak selengkapnya. 

Cerita bermula dari cuitan di atas. Cuitan tersebut merupakan cuitan pertama yang menghasilkan diskusi publik hingga menjadi trending. Akun @dehallusinate mengeluhkan harga makanan di kereta yang mahal padahal dia naik kereta ekonomi. Cuitan tersebut berisikan tentang keluh kesah warganet karena harga makanan di kereta yang dirasa mahal, seporsi nasi goreng dan minuman kemasan dibandrol dengan harga Rp45.000,00. Hal itu langsung memunculkan berbagai macam reaksi dari warganet dengan sentimen negatif maupun positif. 

Pemantauan dilakukan dengan memasukan keyword PT KAI, makanmahaldikereta, ptkainaikhaji, dan Roti O. Topik tersebut diperbincangkan oleh 3700 akun dengan potential reach mencapai 5,6 juta

Grafik di atas memperlihatkan bahwa puncak trending dalam dua hari sebanyak 6,927 twit. Peak time pada tanggal 2 November 2020 intensitas warganet mencuitkan pada pukul 10.00 dengan puncaknya pukul 18.00 WIB. 

Tanggapan Warganet tentang Harga Makanan di Kereta 

Beberapa cuitan di atas dengan sentimen negatif menuliskan pendapat mereka menyangkut PT KAI dan BUMN. Kemudian tanggapan lain terkait saran makanan yang dapat dibeli di luar dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kebanyakan warganet menyarankan untuk membeli Roti O dan makanan lainnya, seperti CFC atau Pop Mie

Bermula dari banyaknya warganet yang menanggapi cuitan akun @dehallusinate tentang makanan berupa nasi goreng dengan harga Rp45.000,00 yang dianggap mahal padahal harga tiket kereta ekonominya hanya Rp80.000,00. Lalu banyak warganet menyarankan untuk membeli makanan di stasiun atau di luar stasiun, seperti membeli Roti O yang terdapat di stasiun. Bahkan ada impresi warganet yang mengkhususkan apabila stasiun tidak berbau aroma Roti O berarti bukan stasiun. Mengapa Roti O begitu melekat dengan stasiun dan kereta api?

Stasiun Kereta Api dan Roti O

Branding Roti O memang dikenal begitu melekat dengan stasiun dan kereta api. Bagaimana tidak, hampir setiap stasiun di Indonesia terdapat toko roti ini, ditambah pula aroma roti yang sangat harum dan tercium hampir setiap sudut stasiun. Sebenarnya Roti O ini roti apa sih? asalnya dari mana? 

Roti O merupakan merek roti yang berasal dari Indonesia. Jenis roti coffee bun yang bahannya terbuat dari kopi moka. Banyak yang beranggapan bahwa brand Roti Boy dan Roti O ini sama, tetapi ternyata mereka berbeda. Awal mula Roti Boy dari Malaysia membuka franchise di Indonesia, seiring perkembangannya, pemilik brand Roti Boy Malaysia dengan franchise Roti Boy di Indonesia berpisah. Kemudian masing-masing membangun brand roti sendiri, yang saat ini dikenal dengan brand “Roti Boy” Malaysia dan “Roti O” Indonesia. 

Toko Roti O ini banyak membuka stand di stasiun, bandara, juga pusat perbelanjaan. Hal itu tidak mengherankan apabila banyak warganet mengungkapkan rasa kangennya dengan aroma Roti O di setiap stasiun. 

Roti O vs Roti Boy

Muncul pertanyaan, kenapa sekarang Roti Boy jarang diperbincangkan? Brand Roti O dan Roti Boy memang berasal dari satu manajemen yang sama kemudian terpisah seperti penjelasan di atas. Tidak heran apabila banyak masyarakat mengira bahwa kedua brand ini sama. Namun nyatanya kedua brand ini berbeda, produk dan bentuk rotinya sama, tetapi rasanya berciri khas sendiri-sendiri. Berikut impresi warganet.

Sebagian warganet berpendapat bahwa Roti O lebih enak daripada Roti Boy, tetapi sebagian lainnya lebih memilih Roti Boy daripada Roti O. Berikut grafik perbandingan keduanya.

Grafik Roti O
Grafik Roti Boy

Berdasar pada isu trending mahalnya harga makanan di kereta yang menyeret brand Roti O membuat roti ini diperbincangkan sebanyak 5,786 twit. Jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan Roti Boy sebanyak 595 twit. Hal itu karena warganet lebih banyak mengetahui Roti O daripada Roti Boy. Strategi branding Roti O menyasar stasiun dan bandara sebagai tempat umum yang disinggahi banyak orang. Secara langsung stand toko Roti O terlihat dan lebih mudah diketahui orang.

Ungkapan Hati Warganet yang Kangen Naik Kereta dan Makan Roti O

Mayoritas kata warganet bahwa Roti O seperti teman perjalanan selama menaiki kereta. Rasanya belum afdol apabila naik kereta tetapi belum membeli Roti O.  

Jaringan Percakapan

Melalui gambar di atas terlihat bahwa akun @KAI121 dan @dehallusinate membentuk dua lingkaran percakapan. Kedua akun tersebut yang paling banyak mendapat disebut atau ditandai oleh warganet. 

Seperti kita ketahui bahwa selama pandemi ini kereta api ditutup sementara dan ketika masa new normal baru dibuka kembali. Tentu banyak warganet merasa rindu karena sudah lama tidak naik kereta ketika masa PSBB. Hal itu menimbulkan impresi dan tanggapan yang berbeda pada masing-masing orang sehingga dengan cepat pembahasan terkait twit harga makanan di kereta ini menjadi trending di Twitter. Demikian pantauan Netray, semoga dapat menjadi manfaat.

1 thought on “Melekatnya Branding Roti O di Tengah Isu Mahalnya Makanan Kereta Api

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: