Klaster Perkantoran, Klaster Baru Penyumbang Angka Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sempat diprediksi akan menurun kasusnya pada awal Juni kini hanya menjadi isapan jempol. Jumlah kasus yang terus bertambah dan tembus angka 100rb jiwa menjadi pemberitaan yang tidak ada hentinya untuk disoroti sebab musababnya. Isu mengenai adanya klaster menjadi salah satu penyebab virus ini tidak terkendali. Kali ini, klaster perkantoran menjadi sorotan media terkait adanya laporan pegawai negeri maupun swasta yang terpapar virus ini. Seperti apa media memberitakan tentang klaster Covid ini? Dan bagaimana tanggapan warganet terkait hal ini? Berikut pantauan media monitoring Netray.

Dalam pantauan Netray melalui https://covid19.netray.id/ menunjukkan pada tanggal 29 Juli 2020 terdapat 104.432 jiwa total kasus positif yang artinya terdapat penambahan kasus sebanyak 2.381 jiwa dari hari sebelumnya. Adanya klaster menjadi isu hangat terkait penambahan kasus Covid-19 yang mencapai ribuan per harinya.

Klaster Perkantoran dalam Media

Dalam rentang waktu 22-29 Juli 2020 Netray memantau pemberitaan terkait kata kunci ‘klaster && covid’ dan ‘klaster && perkantoran’. Ditemukan sebanyak 1.341 artikel dengan 97 media yang memberitakan topik ini. Health and Lifestyle mendominasi bingkai berita yang dituliskan media daring Indonesia. Kompas menjadi salah satu media berita yang paling banyak membahas tentang hal ini.

DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan PSBB transisi pada 4 Juni setelah adanya penurunan kasus Covid pada daerah ini. Akan tetapi, kelonggaran ini justru menanjakkan kasus positif hingga memunculkan klaster-klaster baru. Klaster perkantoran di ibukota menjadi sorotan utama setelah adanya laporan pegawai negeri dan swasta yang terpapar Covid-19.

Topik ini memuncak pada tanggal 24 Juli 2020 dengan dominasi sentimen negatif karena pemberitaan pada tanggal ini memuat informasi terkait adanya pegawai yang terpapar dan mulai dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Akan tetapi, Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti belum mau merinci nama perusahaan yang memiliki kasus positif dan berpotensi menjadi klaster baru. Demikian juga dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansah yang belum bisa merinci tiga perusahaan swasta yang namanya telah dikantongi atas kejadian pegawai yang positif.

Dengan adanya kejadian ini sontak DKI Jakarta kembali menjadi sorotan terkait munculnya klaster baru termasuk klaster perkantoran yang menambah angka kasus positif. Kebijakan Anies Baswedan dinilai lamban dan kurang baik dalam pengawasannya. Adanya pelonjakan kasus pada klaster perkantoran dijadikan contoh lalainya pengawasan protokol kesehatan dalam lingkup kantor dari pemerintah.

Dalam pantauan Netray, pemberitaan ini sempat meredam pada tanggal 26 Juli 2020, tetapi sehari setelah itu topik ini kembali memuncak dengan total 295 artikel. Media mulai ramai memberitakan perihal jumlah dan daftar kantor yang telah terkonfirmasi menjadi klaster baru. Tirto.id menginformasikan 17 dari 59 klaster kantor merupakan dari kementerian, antara lain:

1. Kementerian Keuangan 25 kasus
2. Kemendikbud 22 kasus
3. Kemenparekraf 15 kasus
4. Kemenkes 10 kasus
5. Kementerian ESDM 9 kasus
6. Litbangkes 8 kasus
7. Kementerian Pertanian 6 kasus
8. Kementerian Perhubungan 6 kasus
9. Kementerian Kelautan 6 kasus
10. Kementerian Luar Negeri 4 kasus
11. Kemenpan RB 3 kasus
12. Kemenkominfo 3 kasus
13. Kementerian Pertahanan 2 kasus
14. Kemenkumham 1 kasus
15. Kementistek/BRIN 1 kasus
16. Kementerian LHK 1 kasus, dan
17. Kementerian PPAPP 1 kasus

PT Aneka Tambang (Antam) Tbk yang menjadi salah satu kantor terkonfirmasi memiliki jumlah kasus terbanyak dibanding yang lainnya dengan jumlah 68 kasus. Namun, berita ini ditepis oleh Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko. Ia membantah adanya penambahan kasus positif baru di pegawai maupun tenaga alih daya (outsource) di Kantor Pusat Antam di Jakarta.

29 Juli 2020 melalui akun YouTube BNBP, Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menyatakan per tanggal 28 Juli 2020 terdapat 459 total kasus pegawai yang positif terpapar virus Corona. Dengan rincian:

Jumlah kasusBerasal dari
139
141
92
35
25
4
20 Kementerian
kantor Pemprov DKI Jakarta
14 Kantor Swasta
8 BUMN
10 Badan atau lembaga
Kantor Kepolisian

Klaster Perkantoran di Perbincangan Warganet

Dalam rentang waktu yang sama, Netray memantau percakapan warganet Twitter dengan kata kunci ‘cluster && perkantoran’, ‘klaster && covid’, dan ‘klaster perkantoran’. Pada waktu ini ditermukan sebanyakan 1.371 tweets dengan jumlah sentimen positif dan negatif yang tidak berbanding jauh. Banyak warganet yang membagikan ulang informasi jumlah data kasus yang terkonfirmasi.

Akan tetapi, tidak sedikit juga warganet yang mengkritisi munculnya klaster perkantoran yang ditakutkan dapat menularkan dan menyebarluaskan hingga ke rumah-rumah. Dengan adanya ini, warganet juga meminta adanya transparansi data dari pemerintah dan perusahaan terkait kasus yang baru muncul.

Selain kritikan, nada positif juga digaungkan warganet untuk saling mengingatkan dan menjaga diri demi mencegah terjadinya penambahan kasus positif. Adanya klaster perkantoran dijadikan pengingat bahwa tidak boleh lengah dalam mematuhi protokol kesehatan.

Akun @firdzaradiany menjadi salah satu akun yang masuk dalam Top Accounts pantauan Netray. Cuitan pada akun ini banyak di-retweeted oleh warganet terkait informasi daftar kasus dan infografis terkait protokol Ventilasi-Durasi-Jarak untuk himbuan menekan kasus pada perkantoran.

Dengan demikian dari hasil pantauan Netray, topik klaster perkantoran sampai ini tidak berhenti menjadi sorotan media berita dan warganet twitter. Adanya pelonjakan kasus yang disinyalir dari perkantoran menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap kebijakan dan protokol kesehatan yang diterapkan. Masyarakat juga berharap adanya transparansi terkait adanya kasus baru sehingga penekanan kasus positif dapat maksimal diterapkan masyarakat dan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: