Kebocoran Data Peserta BPJS Kesehatan, Potret Lemahnya Keamanan Siber Digital?

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan merupakan sebuah badan yang memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. BPJS di bawah naungan Badan Hukum Publik bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Mulai beroperasi sejak tahun 2014, kini BPJS telah memiliki hampir 223,9 juta mayoritas penduduk Indonesia sebagai peserta. Namun, beberapa waktu lalu kabar mencengangkan datang dari lembaga asuransi kesehatan tersebut. Kebocoran data yang menimpa BPJS Kesehatan ramai menjadi sorotan media. Meluasnya kabar kebocoran data tersebut membuat masyarakat hingga berbagai pihak khawatir. Pasalnya data yang terhimpun dalam BPJS Kesehatan merupakan data lengkap kependudukan semua peserta. Lantas seperti apa perkembangan kabar tersebut dalam media pemberitaan? Dan bagaimana keramaian warganet mengulas kebocoran data tersebut?

Sebelum melihat bagaimana statistik keramaian kabar tersebut, mari lihat secara garis besar tentang perbincangan topik tersebut. Pada jajaran Top Words di atas, topik seputar kebocoran data yang menimpa BPJS Kesehatan didominasi oleh perbincangan mengenai dugaan terjadinya kebocoran tersebut. Hal itu terlihat dari kata yang berukuran paling menonjol yakni kata kesehatan, bpjs, data, serta dugaan. Selain membahas tentang dugaan terjadinya kebocoran, media pemberitaan dan media sosial juga memperbincangkan terkait langkah yang diambil oleh direktur BPJS, serta campur tangan Polri dan Kominfo dalam mengusut kasus tersebut. 

Kebocoran Data BPJS Kesehatan dari Sudut Pandang News Media Monitoring 

Media Monitoring Netray mencoba melakukan pemantauan seputar kebocoran data BPJS pada media pemberitaan. Pemantauan dilakukan selama sepekan dengan periode 19-25 Mei 2021.

Hasilnya topik kebocoran data BPJS Kesehatan diangkat oleh media pemberitaan sebanyak 428 artikel oleh 93 portal media. Beberapa artikel pemberitaan yang membahas tentang kebocoran data terbagi atas beberapa kategori, yakni Teknologi, Pemerintahan, Kesehatan & Gaya Hidup, serta Hukum. Kategori-kategori tersebut secara linier masih bersangkutan mengenai kasus kebocoran data. 

Kemudian, grafik hasil pemantauan memperlihatkan bahwa sentimen negatif lebih unggul daripada sentimen positif untuk topik tersebut. Kenaikan grafik pada tanggal 21 Mei terjadi karena pada tanggal tersebut awal mula kasus kebocoran data BPJS Kesehatan mencuat di media. 

Sebanyak 279 Juta Data Peserta BPJS Bocor 

Badan Jaminan telah menglarifikasi bahwa jumlah data yang mengalami kebocoran sebanyak 279 juta penduduk. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan telah mengambil langkah hukum untuk melaporkan kasus tersebut kepada Bareskrim Polri. BPJS menduga bahwa ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengingat selama ini, pihak BPJS telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk melindungi data peserta dengan menerapkan tata kelola teknologi informasi sesuai standar peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

Sekilas DPR Menanggapi Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Dilansir dari CNN Indonesia, DPR menduga adanya keterkaitan dengan orang dalam dari kasus kebocoran yang menimpa BPJS Kesehatan. Rapat antara DPR dengan anggota direksi BPJS membahas kemungkinan peretasan sistem keamanan TI BPJS. Selain melakukan investigasi penelusuran jejak digital, BPJS juga sedang melakukan mitigasi terhadap beberapa hal yang mengganggu keamanan data pada proses pelayanan. Di samping itu, penguatan proteksi dalam ketahanan sistem terus diupayakan oleh BPJS Kesehatan. 

Pandangan Warganet Terkait Kasus Kebocoran Data BPJS Kesehatan 

Selain memantau perkembangan media pemberitaan, Netray juga melakukan pemantauan pada media sosial Twitter. Dengan memasukan kata kunci tentang kebocoran data BPJS Kesehatan, seperti apa keramaian warganet membahas kasus tersebut? 

Selama periode 19-25 Mei 2021, topik kebocoran data telah diperbincangkan warganet sebanyak 1,982 twit. Perkembangan topik tersebut telah mencapai jangkauan yang luas sebanyak 86,5 juta akun. Artinya kasus ini banyak digaungkan oleh akun dengan platform yang luas dan berpengaruh. Jumlah potential reach tersebut mampu menarik interaksi warganet dengan pencapaian impresi sebesar 95,1 ribu

Melihat Populer Twit

Untuk melihat perbincangan yang paling banyak mendapat interaksi warganet, Netray menggunakan fitur populer tweet. Dalam populer twit tersebut, akun resmi portal media banyak menduduki urutan awal. Beberapa akun tersebut menyuarakan tentang kasus kebocoran data yang dinilai sangat membahayakan. Seperti akun @TirtoID dan @keuangannews_id yang menuliskan cuitan tentang kondisi terkini kabar tentang kebocoran data peserta BPJS. Selain akun portal media yang memang memiliki platform pengikut yang cukup besar di Twitter, terdapat pula tanggapan dari beberapa warganet.

Cuitan yang mencuri perhatian karena mendapat interaksi berupa retweet yang cukup banyak dari warganet lain adalah cuitan dari @MardaniAliSera. Seorang akademisi dan politisi Indonesia yang juga merupakan anggota DPR-RI ini menuliskan tanggapannya tentang kasus kebocoran tersebut. Menurut cuitannya, kasus kebocoran ini memberikan dampak yang luar biasa karena berkaitan erat dengan kepercayaan pengguna. Kemudian beberapa warganet juga turut memberi tanggapan tentang kasus tersebut. Berikut cuitannya. 

Berdasarkan gambar cuitan di atas, tidak sedikit warganet yang merasa khawatir atas munculnya kasus kebocoran data yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pasalnya sebelum kasus BPJS Kesehatan, terjadi pula kasus kebocoran data yang pernah dialami oleh ranah swasta seperti Bukalapak, Tokopedia, dll. Namun, menurut keterangan resmi dari Direksi BPJS, Kominfo serta Polri tengah menyelamatkan data peserta dan menyelesaikan kasus tersebut. 

Jajaran Top Akun dalam Kebocoran Data BPJS Kesehatan 

Dalam gambar susunan Top Akun tersebut, terlihat bahwa beberapa akun portal media pemberitaan mendominasi cuitan atas pembahasan kebocoran data peserta BPJS Kesehatan. Sisi kiri merupakan jajaran top akun berdasarkan popularitas yakni beberapa akun yang paling sering menarik interaksi warganet. Kemudian sisi kanan adalah gambar jajaran top akun berdasarkan count/jumlah cuitan yang mengandung kata kunci. Beberapa yang masuk dalam jajaran count tersebut merupakan akun-akun yang sering menuliskan topik. Akun @BPJSKesehatan menempati urutan pertama dalam susunan top akun berdasarkan count, sebagai akun utama yang mentiwtkan kasus kebocoran data peserta yang menimpanya.

Penutup 

Direksi BPJS Kesehatan bersama Kominfo dan Polri terus melakukan penelusuran mendalam atas kasus tersebut. Kebocoran data merupakan sebuah tamparan atas kelemahan sistem keamanan siber, mengingat kecanggihan peretasan yang semakin dinamis. Namun Pemerintah terus mengupayakan penyelamatan keamanan beberapa data peserta BPJS Kesehatan yang terbukti mengalami kebocoran informasi. Demikian analisis Media Monitoring Netray.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: