BerandaPolitikKabar Pilkada 2020: Calon Independen hingga Dinasti Politik

Kabar Pilkada 2020: Calon Independen hingga Dinasti Politik

Published on

Pilkada 2020 tidak lama lagi akan segera digelar, kontestasi ini akan memperebutkan wilayah kekuasaan di daerah. Pendaftaran pun akan dibuka pada 04 September 2020 s.d 06 September 2020. Lalu isu apa yang mencuat di pemberitaan pada Pilkada kali ini? Simak pantauan News Netray.

Media monitoring Netray memantau perbincangan terkait dua topik yang mencuat di pemberitaan seputar topik Pilkada 2020. Pemberitaan tersebut dikerucutkan menjadi dua sub topik, yaitu bakal calon independen dan dinasti politik.

Calon Independen

Pasangan calon independen pada kontestasi politik tahun ini cukup menarik perhatian. Dikabarkan terdapat sebanyak 70 pasangan calon independen siap mendaftarkan diri dalam kontestasi politik lima tahunan ini. Netray memantau pemberitaan terkait topik calon independen pada Pilkada 2020 sejak 21 Agustus 2020-03 September 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 74 artikel terkait topik tersebut dengan didominasi oleh kategori Politic sebanyak hampir seratus persen.

Terlihat puncak pemberitaan justru terjadi pada 21 Agustus 2020 dan terus muncul hingga 03 September 2020. Selain itu, pemberitaan terkait topik ini didominasi oleh pemberitaan bersentimen positif. Pasalnya, pasangan calon independen ini cukup menarik perhatian publik pada kontestasi politik tahun ini, berikut beberapa pemberitaannya.

Calon independen yang memenuhi persyaratan memang memiliki hak untuk maju ke Pilkada 2020. Namun, tidak sedikit dari mereka yang kekurangan dana hingga harus mengorbankan harta yang mereka miliki, seperti halnya bakal calon bupati Bangka Selatan yang harus menjual perahu untuk modal maju jalur independen. Tidak sedikit dari bakal calon pasangan independen yang harus terhenti langkahnya karena tidak memenuhi persyaratan.

Dinasti Politik

Majunya Gibran Rakabuming dalam kontestasi politik tentu semakin membuat isu dinasti politik di Pilkada 2020 semakin mencuat. Selama periode yang sama, Netray memantau topik ini pada media pemberitaan daring dan ditemukan sebanyak 47 artikel terkait topik ini yang berasal dari 31 media.

Terlihat pada grafik di atas pemberitaan terkait topik ini muncul hampir setiap harinya dengan didominasi oleh pemberitaan bersentimen positif. Selain dikarenakan majunya Gibran, naiknya isu ini juga disebabkan majunya para istri petahana untuk melanjutkan kekuasaan di daerah. Majunya para istri petahana ini dianggap sebagai bentuk lain dari dinasti politik.

Terlihat melalui beberapa pemberitaan di atas para istri kepala daerah turut meramaikan Pilkada 2020, seperti Lisa Andriani Lubis (Calon Walkot Binjai, Sumut) yang merupakan istri dari M. Idaham, Walkot Binjai. Kemudian Herny (Calon Wabup Pasang Kayu) Istri Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasang Kayu. Ipuk Fiestiandani (Cabup Banyuwangi) Istri Azwar Anas Abdullah, Bupati Banyuwangi. Yunita Asmara (Cabup Batanghari, Jambi) Istri Syahirsah, Bupati Batanghari. Pencalonan para istri petahana ini pun dianggap sebagai ajang untuk melanggengkan kekuasaan yang juga menguntungkan elektoral.

Pilkada serentak yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang cukup menuai perbincangan publik. Kontestasi ini pun diiringi oleh beberapa isu yang mencuat ke publik, seperti calon independen dan istri petahana yang naik takhta dan merupakan bentuk lain dinasti politik. Demikian hasil pantauan Netray, semoga Pilkada 2020 berjalan dengan damai dan lancar.

More like this

Jalan Tol Jadi Fasilitas Paling Banyak Disebut dalam Perbincangan Soal Mudik

Mudik atau pulang ke kampung halaman jadi perbincangan warganet menjelang Idul Fitri 2022. Dalam...

Bukber dan Fenomena Flexing Jadi Sambatan Warganet

Bukber alias Buka Bersama adalah kegiatan yang kerap dilakukan oleh masyarakat saat bulan Ramadhan...

Vaksin Kanker Serviks Gratis, Warganet Bersukacita

Belum lama ini lini massa media sosial Twitter diramaikan dengan perbincangan terkait vaksin kanker...
%d blogger menyukai ini: