iPusnas; Nikmati Perpustakaan dalam Genggaman!

netray monitoring ipusnas

Halo, para pecinta buku. Selama pandemi, sudah menjelajah berapa judul buku nih? Sebagian besar dari kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan iPusnas, aplikasi perpustakaan berbasis media sosial yang mewadahi ribuan koleksi buku digital. Namun, bagi kalian yang mungkin baru sempat mendengar namanya saja atau bahkan belum sama sekali, tidak perlu khawatir. Kali ini Netray akan menyajikan infografik tentang topik iPusnas di Twitter.

Selain untuk mengetahui seberapa banyak warganet yang tahu aplikasi ini, Netray juga akan merangkum ulasan dari warganet agar kamu tahu apa yang menarik dari aplikasi ini dan kenapa kamu harus mengunduhnya. Kuy, simak!

  • Tentang iPusnas
  • Statistik iPusnas di Twitter
  • Apresiasi untuk iPusnas
  • Kritik untuk iPusnas
  • Saran untuk iPusnas
  • monitoring ipusnas

Tentang iPusnas

iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital (e-Pustaka) hasil kerjasama antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Aksaramaya sebagai pengembang aplikasinya. Diluncurkan sejak 16 Agustus 2016, iPusnas dilengkapi dengan eReader untuk membaca e-Book secara praktis. Dengan berbasis media sosial, kita juga dapat menjalin pertemanan dengan pembaca buku lain. Fitur pertemanan ini dilengkapi dengan sarana inbox untuk mengirim pesan, baik kepada sesama pengguna maupun kepada penulis buku yang sudah selesai kita baca.

Selama periode pemantauan (26 Februari sampai dengan 4 Maret 2021), perbincangan topik iPusnas di Twitter mengalami peningkatan tajam. Apabila dalam seminggu sebelumnya topik ini hanya dibicarakan di bawah angka 100, pada periode tersebut melonjak hingga mencapai 2,8 ribu perbincangan. Lonjakan terjadi pada periode 2-3 Maret dengan total tweet antara 600-1,800 tweet per hari. Sentimen positif pun turut melonjak selama periode ini. Ternyata banyak warganet yang bertukar rekomendasi buku bacaan di iPusnas selama periode tersebut. Inilah yang kemudian membuat perbincangan topik iPusnas kembali ramai di Twitter. 

Populer di Lingkup yang Kecil

Netray menemukan 1,5 ribu akun yang memperbincangkan iPusnas di Twitter. Menariknya, pada topik ini total impresi jauh lebih tinggi ketimbang potential reach. Atau dengan kata lain perbincangan topik ini mendapat banyak tanggapan, baik berupa like, comment, atau retweet namun tidak cukup besar menjangkau banyak akun atau tidak populer di banyak akun. Mengapa demikian?

Ternyata, topik ini hanya populer di kalangan beberapa akun pecinta buku seperti @anhtiss yang gemar membagikan utas seputar rekomendasi buku hingga komunitas sastra @literarybase yang terlihat paling banyak membicarakan topik ini. 

Kenapa iPusnas Menarik?

Hal pertama yang kerap dipertimbangkan ketika mengunduh sebuah aplikasi adalah manfaat, fitur, hingga akses apakah berbayar atau gratis. Tentu saja manfaat iPusnas adalah untuk membaca buku, baik untuk menunjang kebutuhan penelitian maupun sekadar mengisi waktu luang. Sebab di iPusnas kita dapat menemukan beragam genre buku, baik fiksi maupun nonfiksi dari bermacam kategori yang disediakan. 

Di iPusnas kita dapat meminjam beragam buku secara gratis. Namun, tidak bisa bebas mengunduh dan membaca buku kapan saja. Kita diberi waktu selama seminggu untuk masa pinjam. Jika belum selesai kita harus meminjam kembali. Sama seperti konsep perpustakaan pada umumnya, tidak setiap buku selalu tersedia. Untuk beberapa buku yang populer, kita diharuskan mengantre untuk dapat meminjamnya. Meskipun demikian, sensasi mirip perpustakaan inilah yang menarik.

Kurang-Kurangilah Error Wahai iPusnas

Meskipun iPusnas kerap direkomendasikan oleh para pecinta buku, namun ada beberapa hal yang kiranya perlu diperbaiki agar aplikasi ini terus diminati. Hal pertama yang muncul dalam Top Complaint adalah error, seperti keluar sendiri hingga layar blank. Warganet mengeluhkan hal ini dan meminta pihak iPusnas untuk meminimalisir gangguan teknis yang kerap mereka temukan ketika membuka aplikasi.

Dear iPusnas; Tambah Fitur Kategori Penerbit dan Wishlist Dong!

Sebagai masukan, warganet juga meminta agar iPusnas menambah fitur wishlist hingga pengkategorian berdasarkan penerbit buku. Dengan demikian, warganet dapat dengan mudah menemukan koleksi buku-buku bagus sebab dari pantauan Netray banyak warganet yang kebingungan mencari judul buku menarik di iPusnas karena tidak tahu harus mulai mencari dengan kata kunci apa. Impresi warganet yang tinggi terhadap utas-utas yang berisi rekomendasi judul buku di iPusnas membuktikan bahwa warganet kerap kebingungan menentukan judul buku yang hendak mereka baca.

Penutup

Aktivitas membaca buku bagi sebagian orang adalah hobi yang menyenangkan. Sebab, membaca buku adalah melakukan sebuah perjalanan; menjelajah dunia, menembus ruang tanpa batas. Dan kini di era yang serba digital segalanya semakin mudah. Kita dapat menjelajah kapan saja, di mana saja secara gratis. Dengan pengembangan yang serius, bukan tidak mungkin iPusnas semakin banyak dilirik. Cita-cita memajukan literasi masyarakat Indonesia pun dapat dicapai. 

Rekomendasi buku bacaan menarik dari kawan warganet bisa dicari di akun-akun di bawah ini yaa. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: