Penunjukkan Ikon PON XX Papua Tuai Kritik Warganet

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX akan diselenggarakan di Papua pada 02 Oktober 2021 mendatang. Persiapan pun tengah dilakukan oleh panitia penyelenggara agar dapat menyukseskan ajang empat tahunan ini. Namun, beberapa waktu belakangan media sosial diramaikan dengan perbincangan terkait penunjukkan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Duta PON Papua XX. Hal tersebut pun ditepis hingga keduanya mengaku hanya ditunjuk sebagai ikon, bukan sebagai duta seperti di pemberitaan sebelumnya. Media Monitoring Netray memantau perbincangan warganet terkait polemik ini, seperti apakah perbincangan warganet?

PON XX

Netray memantau perbincangan ini sejak 02 Juni 2021 sampai dengan 08 Juni 2021. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 1.082 tweet dengan didominasi oleh tweet positif. Adapun impresi terkait topik ini mencapai 143.3 ribu dengan potensi jangkauan mencapai 28 juta. Sementara itu, intensitas perbincangan topik ini dapat diamati melalui grafik di bawah ini.

Keramaian di media sosial tersebut bermula dari unggahan Arie Kriting yang mengomentari penunjukkan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Duta PON XX Papua. Menurut Arie, sebaiknya pemerintah menunjuk perempuan asli Papua untuk representasi PON Papua. Ia juga menilai hal tersebut dapat memicu terjadinya cultural appropriation.

Dilansir dari laman thefineryreport.com, menurut kamus bahasa Cambridge, apropriasi budaya secara luas didefinisikan sebagai “perbuatan mengambil atau menggunakan sesuatu dari sebuah budaya yang bukan milik sendiri, tanpa menunjukkan bahwa (pelakunya) memahami atau menghargai budaya tersebut.” Dalam konteks ini tidak terbatas pada potongan pakaian, gaya rambut, kebiasaan, bahan-bahan, ideologi, dan gaya musik.

Bila diamati melalui Top Words di atas terlihat beberapa kosakata yang cukup populer dalam topik ini, seperti icon, papua, nagita, apropriasi, boaz, dan beberapa kosa kata lainnya. Selain itu, terlihat juga beberapa tagar yang diusung warganet, seperti papuaindonesia, tandatangani, papuanlivesmatter, dan beberapa tagar lainnya.

Pro Kontra Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Jadi Icon PON XX Papua

Duta dan ikon menuai perdebatan jelang dilaksanakannya PON XX Papua. Ketua Bidang II PB PON, Roy Letlora, menjelaskan duta PON XX memiliki tugas untuk melakukan promosi dan sosialisasi terkait penyelenggaraan PON Papua. Dalam hal ini pihak panitia menunjuk mantan pesepak bola Boaz Solossa sebagai duta yang juga merupakan representasi dari PON Papua. Dipilihnya Boaz sebagai duta karena ia merupakan putra daerah yang memiliki pribadi yang baik. Sementara itu Nagita Slavina dan Raffi Ahmad ditunjuk sebagai ikon yang memiliki tugas untuk membantu proses sosialisasi PON Papua.

Beberapa tweet di atas menunjukkan warganet yang kontra akan penunjukkan Nagita Slavina tersebut. Mereka menilai penunjukkan tersebut tidak memberi kesempatan kepada perempuan Papua sebagai representasi PON Papua. Tidak hanya itu, bahkan penolakan tersebut pun dimuat dalam bentuk petisi untuk ditanda_tangani oleh mereka yang tidak sepakat.

Tak hanya suara penolakan yang bergema di media sosial, suara dukungan pun mengalir untuk Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua. Sebagian warganet tersebut menilai penunjukan Nagita Slavina sebagai Ikon PON Papua justru berdampak baik pada sosialisasi penyelenggaraan ajang ini. Terlebih, warganet seharusnya bukan menyerang Nagita Slavina secara pribadi karena hal tersebut merupakan kesepakatan dari panitia penyelenggara. Roy mengatakan bahwa Nagita Slavina dan Raffi Ahmad dipilih karena di Papua belum ada influencer sekaliber Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Ia juga menjelaskan, tugas mereka hampir sama seperti duta, yakni melakukan sosialisasi secara masif mengenai PON Papua.

Pada kategori Top Accounts terlihat akun @Arie_Kriting menempati urutan teratas kategori akun populer topik ini. Hal ini disebabkan oleh ramainya unggahan miliknya terkait topik ini yang dapat diamati melalui Monitoring Account Netray. Selain itu, pada kategori tersebut juga terlihat publik figur lainnya seperti @ernestprakasa dan @adjisdoaibu yang juga sependapat dengan Arie Kriting.

Pada kategori Top Locations terlihat Papua sebagai lokasi PON XX menempati urutan teratas diikuti oleh beberapa wilayah Timur lainnya, seperti Merauke, Kab. Jayapura, dan sebagainya. Selain itu, pada kategori Top Complaints terlihat kata rasisme dan emosi menjadii keluhan yang muncul dalam arus perbincangan warganet terkait PON Papua.

Pekan Olahraga Nasional 2020 atau PON XX yang akan diselenggarakan pada 02 Oktober 2021 mendatang menuai polemik pasca ditunjuknya Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon. Hal ini dinilai tidak memberi kesempatan pada masyarakat asli Papua sebagai representasi PON Papua. Bahkan dinilai dapat menimbulkan cultural appropriation. Namun, tidak sedikit dari warganet yang mendukung penunjukan ikon tersebut guna mempercepat proses sosialisasi mengingat keduanya merupakan influencer dengan jutaan pengikut di media sosial. Agar nantinya pelaksanaan PON Papua dapat diketahui oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Demikian hasil pantauan Netray, simak hasil pantauan Netray lainnya melalui https://blog.netray.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: