Drama BWF dan Bulu Tangkis Indonesia, dari Ancaman Netizen hingga Layangkan Permohonan Maaf

Berita mengenai atlet bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur oleh Badminton World Federation (BWF) dari ajang All England 2021 masih menjadi perbincangan menarik. Walkover ini terjadi karena tim bulu tangkis Indonesia berada dalam satu penerbangan dengan penumpang yang dinyatakan positif Covid-19. Seluruh tim sudah melakukan test swab/pcr Covid-19 dan dinyatakan negatif. Namun, pihak BWF seakan mempersulit dengan memberlakukan aturan-aturan yang rumit. Hingga pada akhirnya, perselisihan antara PBSI Indonesia dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia seperti belum menemui titik terang. Ungkapan kekecewaan para atlet dan penggemar bulu tangkis Indonesia memenuhi linimasa akun resmi media sosial BWF. Kemarahan netizen Indonesia atas sikap BWF semakin membawa buntut panjang permasalahan ini. Pasalnya, BWF mengaku mendapat ancaman teror dari netizen penggemar bulu tangkis Indonesia, meski BWF telah melayangkan surat permintaan maaf kepada negara Indonesia. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Media Monitoring Netray melakukan pemantauan selama satu minggu untuk melihat keramaian warganet membahas topik tersebut. Bagaimana tanggapan warganet terkait drama ancaman teror tersebut? 

BWF Diancam Netizen Indonesia 

Kemarahan warganet Indonesia disebabkan karena tim bulu tangkis kebanggaan Indonesia harus walkover dari ajang bergengsi All England. Namun, Cara mengungkapkan rasa kecewa warganet yang tidak terkendali justru menimbulkan permasalahan baru. 

Beberapa waktu lalu, akun resmi BWF membagikan jepretan layar sebuah pesan yang ditujukan untuk jajaran organisasi dan petinggi Badminton World Federation tersebut. Pesan tersebut diduga berasal dari salah satu netizen Indonesia yang kecewa atas perlakukan BWF kepada para atlet bulu tangkis  Indonesia. Isi pesan tersebut berupa ancaman pengiriman teroris ke negara Inggris apabila pihak BWF tidak meminta maaf atas kejadian walkover tim bulu tangkis Indonesia. Kejadian tersebut sontak memicu perdebatan dan impresi dari warganet lainnya. Seperti apa statistik keramaiannya? 

Selama periode pemantauan pada 18-24 Maret 2021, dengan memasukan kata kunci bwf topik ini mendapat impresi warganet sebanyak 2M. Hasilnya topik BWF telah diperbincangkan warganet sebanyak 10,000 cuitan. Pada grafik di atas, cuitan perbincangan warganet dibanjiri oleh cuitan dengan sentimen negatif. Sebenarnya apa garis besar pembahasan warganet hingga menyumbang banyak sentimen negatif? 

Pada jajaran Top Word, terlihat bahwa pembahasan warganet secara garis besar seputar insiden mundurnya tim Indonesia dari turnamen All England 2021. Insiden tersebut muncul karena aturan covid yang simpang siur di kalangan pengurus turnamen. Hal itu dapat dilihat dari kata england, Indonesia, atlet, mundur, dan test. Kemudian terdapat pula kata permintaan, presiden, dan menpora. Kata-kata tersebut menggambarkan pembahasan lain, yakni seputar perselisihan antaran BWF dan Indonesia yang melibatkan netizen penggemar bulu tangkis. Berikut cuitannya. 

BWF Playing Victim? 

Cuitan warganet bermula dari unggahan akun @bwfofficial tentang pesan ancaman. Hal itu memancing perdebatan di media sosial hingga dipenuhi sentimen negatif.

Pada contoh cuitan tersebut warganet menilai BWF sedang memainkan drama. Berperan sebagai korban untuk menutupi kejanggalan karena telah memaksa mundur tim bulu tangkis Indonesia dari All England. Kenapa akun media sosial sebesar BWF tidak merespon tanggapan dari para atlet bulu tangkis? Sedangkan akun anonim yang tidak jelas justru direspon oleh pihak BWF sampai dipublikasikan kembali melalui story? Seolah BWF ingin mengungkapkan bahwa sikap warganet tidak pantas, padahal banyak komentar warganet lainnya yang sopan tetapi tidak diekspose oleh BWF. Tidak heran apabila warganet mengeluarkan kalimat pertanyaan tersebut. Sebab, sikap yang diambil oleh BWF sangat janggal. Pihak official tim bulu tangkis  Indonesia beserta atlet selama ini telah meminta kejelasan terkait keputusan BWF dan meminta pertanggungjawaban. Namun BWF tidak merespon sama sekali. Kemudian muncul di permukaan jagat maya dengan unggahan story sebuah pesan ancaman yang diduga berasal dari netizen Indonesia. Sontak hal tersebut membuat warganet mengambil kesimpulan bahwa BWF semakin terlihat tidak profesional. 

Warganet tidak setuju bahwa mengirimkan ancaman adalah sebuah tindakan yang benar. Akan tetapi, BWF juga tidak memperlihatkan iktikad baik dengan memberikan kejelasan kepada pihak Indonesia. 

Permintaan Maaf BWF 

Setelah beberapa drama keramaian warganet di media sosial terkait ancaman yang ditujukan kepada BWF tersebut. Akhirnya BWF mengambil tindakan. Tindakan yang diambil BWF yakni mengirimkan surat permohonan maaf kepada pemerintah Indonesia, atlet bulu tangkis  Indonesia, jajaran tim bulu tangkis, dan penggemar bulu tangkis Indonesia. 

Surat tersebut berisi tentang permohonan maaf Presiden BWF Poul Erik Hoyer Larsen atas kejadian yang tidak menyenangkan hati kepada seluruh tim bulu tangkis Indonesia pada turnamen Yonex All England 2021. Presiden BWF telah menjadikan insiden yang dialami tim Indonesia sebagai pelajaran berharga dan berharap agar hubungan antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis. Meski demikian, Warganet menyayangkan tindakan BWF yang hanya mengirimkan surat permohonan maaf tanpa memberikan pertanggungjawaban. 

Sekilas Top Complaints 

Berikut beberapa ungkapan keluhan warganet yang Netray rangkum dalam jajaran Top Komplain. 

Kata komplain kecewa menduduki urutan pertama dengan total sebanyak 178 cuitan. Lalu diikuti oleh kata susah, goblok, jelek, dan boikot. Ungkapan tersebut seolah merepresentasikan perasaan warganet yang sangat terluka akibat perlakuan BWF kepada tim bulu tangkis kebanggaan Indonesia. Berlandaskan rasa kecewa, warganet mendesak presiden BWF untuk mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. Di sisi lain, warganet juga mengingatkan supaya tidak berlebihan dalam berkomentar terhadap kasus BWF. 

Jaringan Percakapan

Gambar jaringan di atas memperlihatkan akun @bwfmedia menjadi pusat utama sebagai akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Lalu diikuti akun @BadmintonTalk yang menyerukan cuitan terkait kejelasan atas sikap BWF. Pada gambar tersebut warganet juga menandai akun @Jokowi selaku presiden Indonesia dan akun perdana Menteri Inggris @BorisJohson yang dianggap mempunyai pengaruh dalam berlangsung ajang All England. Garis yang menyelimuti akun-akun tersebut didominasi oleh garis merah dengan sentimen negatif. Keempat akun yang terangkum dalam jaringan percakapan merupakan akun utama dalam perselisihan antara BWF dan tim bulu tangkis Indonesia. 

Penutup

Mengancam bukanlah sesuatu tindakan yang dibenarkan. Meski mempunyai hak berpendapat, terutama dalam bersosial media warganet dan masyarakat harus menggunakan hak tersebut dengan bijak. Drama perselisihan BWF dan Indonesia berakhir dengan surat permohonan maaf meski tidak diberikan pertanggungjawaban yang semestinya dari pihak BWF. Semoga dengan adanya kejadian ini BWF dapat menciptakan pertandingan yang lebih kompatibel. Demikian analisis Netray, semoga bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: