Diskon Tarif Listrik Selama Pandemi: Kok Tagihan Malah Melonjak Naik?

Beberapa waktu lalu warganet ramai memperbincangkan terkait lonjakan tarif listrik yang mereka alami. Sebelumnya pemerintah menerapkan kebijakan untuk menggratiskan tarif listrik pelanggan 450 VA dan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan 900 VA selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni. Namun sebagian masyarakat justru mendapati tarif listrik mereka melonjak naik. Bagaimanakah pantauan News Netray dan tanggapan warganet terkait isu tersebut?

Diskon Tarif Listrik Selama Pandemi: Kok Tagihan Malah Melonjak Naik?

Netray memantau pemberitaan terkait topik tagihan listrik selama 1 Mei 2020 s.d 15 Mei 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 2.277 artikel pemberitaan terkait tarif atau tagihan listrik dengan Total Media sebanyak 105. Naiknya tarif listrik tersebut membuat masyarakat terkejut, terlebih sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk menggratiskan tagihan listrik pelanggan 450 VA dan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan 900 VA selama tiga bulan. Kebijakan tersebut diterapkan guna meringankan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19.

Diskon Tarif Listrik Selama Pandemi: Kok Tagihan Malah Melonjak Naik?

Mendapati tagihan mereka melonjak masyarakat menanyakan hal tersebut melalui media sosial hingga isu tersebut semakin ramai diperbincangkan. Tidak hanya itu, sebagian dari masyarakat mengira PT PLN Persero menaikan tarif listrik secara diam-diam hingga berspekulasi adanya subsidi silang yang dilakukan oleh pihak PLN. Namun menghindari terjadinya kesalahpahaman pihak PLN mengklarifikasi hal tersebut.

Pihak PLN menjelaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama masa pandemi, terlebih kenaikan diam-diam atau subsidi silang seperti yang diisukan di media sosial. Pihak PLN membantah tuduhan tersebut, dan menjelaskan lonjakan tersebut disebabkan aktivitas di rumah yang meningkat. Hal tersebut sesuai dengan himbauan pemerintah untuk melakukan pekerjaan dan beraktivitas dari rumah. Meningkatnya aktivitas di rumah tersebut menyebabkan terjadinya lonjakan tarif listrik konsumen.

Selama periode yang sama Netray memantau pergerakan isu terkait lonjakan tarif listrik pada media sosial Twitter. Selama periode tersebut ditemukan cuitan warganet sebanyak 18.5K dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif.

Terlihat melalui grafik pantauan Netray, perbincangan warganet terkait isu tersebut memuncak pada tanggal 07 Mei 2020.

Berdasakan pantauan Netray pada tanggal tersebut terlihat warganet justru mencuitkan terkait informasi bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik dengan menggunakan tagar #ListrikGakNaikKok, #ListrikUntukRakyat, dan #ListrikUntukSemua. Setelah sebelumnya banyak warganet yang mengeluhkan kenaikan tarif listrik.

Penjelasan terkait lonjakan tarif listrik disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Communication & CSR PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) I Made Suprateka, ia menjelaskan bahwa sejak berlakunya PSBB, PLN melakukan modifikasi dalam penghitungan tagihan listrik pelanggan. Tidak disampaikannya modifikasi tersebut dengan baik kepada masyarakat akhirnya menyebabkan keluhan konsumen pun melonjak. Terlihat akun @pln_123 menjadi salah satu akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Diikuti oleh akun @KemenBUMN, @erickthohir, serta akun @jokowi selaku Presiden RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: