Citra Religius Aldi Taher Menuju Pilkada Jadi ‘Hiburan’ Warganet

Pesta demokrasi di penghujung tahun 2020 sudah mulai diramaikan oleh deklarasi nama calon dari masing-masing partai. Sejumlah artis dan musisi yang akan maju dalam kontestasi pilkada 2020 mulai buka suara dan menampakkan eksistensinya. Nama Aldi Taher yang digadang-gadang akan mendampingi H Rusli Baco Dg Palabbi sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Tengah pun menyita perhatian publik. Sosok religius yang ia citrakan dalam sejumlah postingan di sosial media miliknya menjadi bulan-bulanan warganet.

Publik menggaris bawahi keseharian Aldi Taher yang menawarkan citra religius dalam balutan politik di sosial media, khususnya di Instagram. Kata ngaji, mengaji, politik, dan sulteng menjadi yang paling banyak muncul dalam perbincangan warganet kala namanya trending di Twitter.

Politikus Golkar yang hendak maju dalam Pilkada Sulteng ini mulai banyak diperbincangkan sejak awal September lalu. Setidaknya ada 3 ribu warganet yang turut membahas Aldi dalam twitnya selama tiga hari berturut. Dari total 4 ribu twit yang terhimpun Netray selama periode tersebut, 1,164 twit bersentimen negatif sementara hanya 543 yang bersentimen positif. Artinya, warganet lebih banyak memperbincangkan Aldi secara negatif. Dari total 4 ribu twit yang terhimpun Netray selama periode tersebut, 1,164 twit bersentimen negatif sementara hanya 543 yang bersentimen positif. Artinya, warganet lebih banyak memperbincangkan Aldi secara negatif.

Perbincangan warganet memuncak pada 2 September 2020 dengan sentimen negatif paling tinggi yaitu sebanyak 643 twit dari total 1,940 twit pada tanggal tersebut.

Aldi Taher dan Sejumlah Kegiatan ‘Kontroversial’nya di Mata Warganet

Warganet menyoroti sejumlah kegiatan yang dilakukan Aldi Taher, utamanya setelah ia mendeklarasikan maju sebagai calon wakil gubernur Sulteng bersama H Rusli Baco Dg Palabbi yang maju sebagai calon gubernur. Di antaranya yang paling banyak menimbulkan kontroversi adalah kegiatan mengaji yang ia bagikan di sosial media, bermain video sambil menyanyikan lagu “Cinta kan Membawamu”, serta video dukungan Raffi Ahmad untuk pencalonannya. Keseriusan Aldi Taher maju dalam Pilkada Sulteng sangat jelas dapat dibaca warganet dalam setiap kegiatan-kegiatan yang ia bagikan di sosial media sebab Aldi tak pernah lupa menyematkan atribut partai berlambang beringin kebanggaannya.

Saking banyaknya konten mengaji Aldi yang ia bagikan di Instagramnya, warganet pun mengutip kembali meme narapidana kasus e-KTP Setya Novanto yang tengah sibuk mengaji kala di rutan dulu. Berikut adalah Populer Media yang paling banyak mendapat like, comment, dan retweeted di Twitter.

Video yang dibagikan @mazzini_gs (gambar 2) memperlihatkan Aldi dengan jaket partainya sedang memainkan piano sambil membawakan lagu “Cinta kan Membawamu”. Yang menjadi sorotan adalah ketika ia mulai menyanyikan lagu Dewa 19 tersebut dan menggubah liriknya menjadi Cinta kan membawamu kembali ke Golkar. Sontak warganet pun terheran-heran.

Tak sampai di situ, warganet juga menyoroti video dukungan Raffi Ahmad untuk Aldi. Dalam video yang dibagikan oleh @howtodresvvell tersebut terlihat Raffi mengucapkan beberapa patah kata dukungan untuk Aldi. Namun, warganet lagi-lagi menemukan kejanggalan suara Raffi Ahmad yang mendadak berubah sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan; Apakah Aldi mengedit video tersebut?

Citra Religius yang Dibangun Aldi di Media Sosial Jelang Pilkada 2020; Politik Identitas?

Lalu bagaimana warganet memandang citra religius yang coba dibangun Aldi dalam pencalonannya sebagai Cawagub Sulteng? Berikut hasil pantauan Netray.

Banyak warganet yang tercengang melihat akun Instagram Aldi Taher yang penuh dengan konten mengaji yang ia bagikan beserta atribut partai yang selalu melekat pada dirinya. Menjadi wajar apabila warganet kemudian menilainya pansos dan bertindak berlebihan hanya untuk mengambil simpati masyarakat. Terlebih lagi, yang ia bagikan adalah konten mengaji. Namun, seperti yang banyak dikritik warganet, Aldi tidak bisa menempatkan dirinya. Mengaji di tengah sungai, di depan toko gitar, dan sejumlah tempat anti-mainstream lainnya banyak menjadi sorotan. Warganet pun makin dibuat terheran-heran ketika Aldi merambah ke kolom komentar sesama artis lain untuk memberi nasihat dengan tagar panjang yang mengesalkan warganet.

Mengamati fenemona ini, akun @WidasSatyo kembali teringat akan politik identitas yang kerap terjadi dalam permainan politik di Indonesia. Tak hanya menyoroti polah tingkah Aldi dalam menarik suara rakyat, @WidasSatyo juga menyoroti kaderiasi partai politik Aldi yang ia anggap ‘sampah’. Sepakat dengan WidasSatyo, akun @tigadante turut menyampaikan keresahannya terhadap fenomena politik yang dibungkus dengan agama semacam ini. Pada akhirnya, sejumlah warganet yang tidak ingin terlalu serius menanggapi hal ini hanya menganggapnya sebagai ‘hiburan’ karena fenomena semacam ini sudah sering terjadi jelang pemilihan untuk mengambil simpati dan menarik suara rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: