Aktivis HAM Dandhy Laksono Jadi Tersangka, Warganet: Ditangkap Karena Benar?

Beberapa waktu terakhir, situasi di Indonesia sedang tidak kondusif. Aksi demonstrasi terjadi di berbagai wilayah, baik dilakukan oleh masyarakat sipil maupun kaum pelajar. Tidak hanya terkait isu nasional, demonstrasi di Indonesia juga meliputi konflik yang terjadi Papua. Namun, hal tersebut justru luput dari perhatian nasional. Media dan pemberitaan disibukkan dengan aksi-aksi mahasiswa yang menuntut pemerintah. Di sisi lain, aktivis HAM peduli Papua Dandhy Laksono tetap gencar menyuarakan tentang situasi terkini yang terjadi di Papua. Sayangnya, Jumat 27 September 2019 Dandhy Laksono ditangkap atas dasar dugaan pelanggaran UU ITE menyusul Veronika Koman. Sontak saja pembahasan terkait penangkapan Dandhy menjadi perbincangan hangat di Twitter sehingga muncul tagar #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, hingga tagar #DitangkapKarenaBenar yang kemudian menjadi trending. Berikut pantauan Netray.

Infografik Pembahasan Penangkapan Dhandy Laksono di Twitter

Gambar 1. Infografik Pembahasan Topik Dandhy Laksono di Twitter

Dari penelusuran Netray pada 26-29 September 2019, ditemukan bahwa jumlah cuitan yang membahas berita penangkapan Dandhy Laksono ialah sebanyak 14,346 cuitan dengan total jangkauan sebanyak 284,2 ribu akun dan dilihat sebanyak 97,8 juta kali. Pembicaraan terkait topik tersebut lebih banyak memuat sentimen negatif. Kira-kira apa yang dibicarakan warganet terkait topik tersebut sehingga banyak memunculkan respon negatif? Berikut selengkapnya.

Awal Mula

Kabar penangkapan Dandhy Laksono mulai menyebar di Twitter pada 26 September 2019. Mulanya, kabar tersebut dicuitkan oleh @mazzini_giusepe, @YLBHI, @JDAgraria, dan @BukuMojok antara pukul 23:00-00:00 WIB dengan turut mengangkat tagar #BebaskanDandhy.

Gambar 2. Cuitan Terkait Penangkapan Dandhy

Seperti dilaporkan akun @JDAgraria, pada hari Kamis 26 September 2019 Dandhy Laksono dibawa ke kantor Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Dandhy ditangkap terkait cuitannya pada 23 September perihal isu Papua seperti berikut.

Gambar 3. Cuitan Dandhy Laksono Terkait Jayapura dan Wamena

Dhandy diduga melanggar UU ITE terkait penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian dan menyangkut SARA. Kabar penangkapan Dandhy kemudian ramai diperbincangkan warganet pada esok harinya, Jumat 27 September 2019.

Puncak Cuitan: Bebaskan Kawan Kami, Dandhy dan Ananda Badudu

Gambar 4. Grafik Cuitan 27 September 2019

Ada 12,718 cuitan warganet yang membicarakan kabar penangkapan Dhandy Laksono di Twitter. Dari jumlah tersebut, 5,403 cuitan warganet mengandung sentimen negatif. Berikut beberapa topik yang kerap dibicarakan warganet dalam cuitan mereka.

Gambar 5. Kosakata Populer Dalam Topik Terkait Dandhy Laksono

Sebagian besar warganet mempertanyakan soal alasan penangkapan aktivis HAM tersebut. Banyak dari mereka yang menyayangkan kejadian tersebut dan menginginkan pembebasan untuk Dandhy. Warganet kemudian melambungkan tagar #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, dan #BebaskanDandhyLaksono. Selain itu, muncul pula tagar #BebaskanAnandaBadudu dan #BebaskanKawanKami dalam topik pembahasan terkait. Dari penelusuran Netray, Ananda Badudu yang merupakan musisi sekaligus aktivis tersebut juga ditangkap polisi pada hari yang sama. Ananda Badudu ditangkap karena turut menggalang dana untuk aksi mahasiswa.

Gambar 6. Cuitan Warganet Terkait Kabar Penangkapan Dandhy Laksono

Isu Wamena Memuncak

Di hari yang sama Netray mencoba mencari tahu pergerakan isu Wamena di Twitter untuk melihat seberapa berpengaruhnya cuitan Dandhy di jagat maya Twitter. Berikut infografik pergerakan isu Wamena di Twitter pada 19-28 september 2019.

Gambar 7. Infografik Pembahasan Isu Wamena di Twitter

Dari pantauan Netray, topik terkait Wamena mulai ramai dibahas warganet Twitter pada 23 September 2019, tepat ketika Dandhy gencar membagikan cuitan tentang kondisi kerusuhan yang terjadi di Papua. Jumlah cuitan meningkat dari yang sebelumnya berada di bawah 1,000 cuitan menjadi 4,000 cuitan perhari. Puncak cuitan terkait topik wamena juga terjadi pada 28 September 2019, yaitu berada pada angka 9,000 lebih cuitan dalam sehari. Berikut cuitan terkait topik tersebut pada 23 September 2019.

Gambar 8. Cuitan Terkait Wamena Pada 23 September 2019

Dari Gambar 8 di atas, terlihat bahwa Dandhy Laksono cukup gencar membagikan cuitan terkait peristiwa yang terjadi di Jayapura dan Wamena. Dari penelusuran Netray, Dandhy Laksono juga masuk dalam daftar top inisiator topik wamena di urutan ke-4.

Gambar 9. Kosakata Populer dan Top Inisiator Topik Wamena

Jaringan Percakapan

Pembahasan warganet terkait topik penangkapan Dandhy Laksono memperlihatkan jaringan seperti berikut.

Gambar 10. Jaringan Percakapan Terkait Topik Dandhy Laksono

Dari peta jaringan di atas terlihat bahwa selain akun @Dandhy_Laksono yang menjadi topik pembicaraan, akun @budimandjatmiko juga memiliki jaringan percakapan yang paling besar dengan garis hijau (sentimen positif) dan biru (sentimen netral) untuk akun @Dandhy_Laksono. Seperti diketahui bahwa @budimandjatmiko juga merupakan rekan sesama aktivis yang pendapatnya kadang berseberangan dengan Dandhy Laksono. Meski begitu, Budiman Sudjatmiko pun turut menolak penangkapan Dandhy Laksono.

Gambar 11. Cuitan Budiman Sudjatmiko Terkait Topik Dandhy Laksono

Selain @budimandjatmiko, terdapat akun-akun lain yang terlibat dan atau dilibatkan dalam pembahasan terkait penangkapan Dandhy Laksono. Di antaranya adalah @mazzini_giusepe, @VeronicaKoman, @YLBHI, @jokowi, @ChangeOrg_ID, dan @R4jaPurwa yang juga memiliki garis jaringan hijau dan biru. Sementara itu, terdapat pula @anandabadudu, @Dennysiregar7 dengan garis jaringan berwarna merah, hijau, dan biru.

Top Inisiator

Berikut adalah top inisiator atau akun-akun yang paling banyak membahas topik terkait penangkapan Dandhy Laksono, termasuk juga yang paling sering mengangkat tagat #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, #BebaskanKawanKami, dan #BerpendapatMasukBui.

Gambar 12. Top Inisiator Topik Dandhy Laksono

Berdasarkan pantauan Netray akun @R4jaPurwa merupakan akun yang paling banyak membahas terkait topik bebaskan Dandhy Laksono. Dalam akunnya @R4jaPurwa juga banyak mencuitkan terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena. Berikut beberapa cuitannya.

Gambar 13. Cuitan @R4jaPurwa
Terkait Topik Dandhy Laksono

Melalui cuitannya akun @R4jaPurwa menyerukan agar warganet melambungkan tagar #DukaWamena. Selain itu, ia juga banyak menyuarakan dukungan kepada Dandhy Laksono agar segera dibebaskan.

Cuitan dan Media Populer

Berikut adalah beberapa cuitan warganet terkait topik Dandhy Laksono yang paling banyak mendapat tanggapan dari warganet lain, baik dikomentari, disukai, maupun dibagikan ulang.

Gambar 14. Cuitan Populer

Di urutan pertama adalah @TirtoID. Akun media berita tersebut menjadi populer karena cukup update membagikan kabar penangkapan Dandhy Laksono. Kemudian terdapat cuitan @fathuurr_ dan @mazzini_giusepe yang juga turut melambungkan tagar #BebaskanDandhy

Gambar 15. Media Populer

Sementara itu, dari kumpulan top media populer yang dibagikan warganet, terdapat poster Dandhy Laksono dengan tagar #BebaskanDandhy diikuti kalimat Ditangkap Karena Benar di urutan pertama dan ketiga. Berikut selengkapnya.

Dari penelusuran Netray, media tersebut dibagikan oleh @fathuurr_ dengan cuitan bertagar #BebaskanDandhy. Cuitan tersebut dikomentari sebanyak 223 kali, disukai 12,084 kali dan dibagikan ulang sebanyak 7,671 kali. Tidak hanya @fathuurr_ yang membagikan cuitan dengan poster tersebut, beberapa akun dibawah juga ikut membagikan poster Dandhy Laksono berikut pendapatnya terkait penangkapan Dandhy.

Dari pengamatan Netray, diketahui bahwa banyak warganet yang tidak setuju dengan penangkapan Dandhy Laksono sehingga muncul tagar #BebaskanDandhy dan #SaveDandhyLaksono. Warganet juga ramai membagikan poster-poster Dandhy Laksono yang bertajuk Ditangkap Karena Benar dengan menuliskan keresahan mereka terkait kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dirasa mulai terancam setelah penangkapan akivis HAM ini. Hingga kini status Dandhy Laksono masih sebagai tersangka meskipun sudah dipulangkan sejak 27 September lalu. Semoga kasus ini segera diselesaikan dengan adil dan bijaksana sehingga kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia tidak menjadi ancaman bagi masyarakat secara luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: